MAROS — Persediaan air baku PDAM Tirta Bantimurung Maros mulai menipis akibat debit sejumlah sumber air yang terus menyusut. Salah satunya Bendung Lekopancing, Kecamatan Tompobulu, yang diperkirakan dapat mengering total dalam dua hingga tiga pekan jika hujan tidak turun.

Direktur PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muhammad Shalahuddin, mengatakan Lekopancing merupakan salah satu sumber air andalan. Kondisi serupa pernah terjadi pada 2023 ketika instalasi tidak beroperasi selama 45 hari akibat kemarau panjang.

Meski demikian, PDAM memastikan pelayanan kepada lebih dari 24 ribu pelanggan tetap diupayakan berjalan. Pasokan akan dialihkan dari instalasi lain yang masih memiliki ketersediaan air. PDAM juga menyiapkan mobil tangki dan tandon untuk wilayah yang mengalami penurunan tekanan atau gangguan pasokan.

Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan Pemkab Maros berencana menambah penyertaan modal untuk PDAM setelah melakukan perubahan Perda terkait penyertaan modal. Anggaran sekitar Rp2,78 miliar yang tersedia saat ini merupakan batas maksimal sesuai Perda yang berlaku.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas IPA Bantimurung dari sekitar 120 liter per detik menjadi 200 liter per detik. Peningkatan kapasitas juga akan dilakukan pada IPA Pattontongan dan Tanralili untuk memperluas jaringan pelayanan, termasuk ke wilayah pesisir Bontoa.

Chaidir menyebut sekitar empat desa di Bontoa saat ini belum terjangkau jaringan PDAM karena keterbatasan debit. Jika kapasitas dan jaringan ditingkatkan, layanan berpotensi menjangkau delapan desa dan satu kelurahan.

Pemkab menargetkan perluasan layanan mulai tahun depan setelah perubahan Perda disahkan. Namun, kebutuhan anggaran pengembangan PDAM masih besar, diperkirakan mencapai sekitar Rp100 miliar untuk keseluruhan jaringan.(*)