GOWA – Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang akhirnya menemui massa aksi setelah sekitar dua jam menunggu di halaman Kantor Bupati Gowa, Jalan Mesjid Raya, Sungguminasa, Senin (24/8/2026).
Massa yang terdiri dari masyarakat, mahasiswa, ASN, dan 16 pejabat yang dibebastugaskan mulai mendatangi kantor bupati sekitar pukul 11.00 Wita. Sejumlah pengunjuk rasa bahkan sempat mendatangi ruangan Husniah di lantai dua dan mendesaknya keluar.
Sekitar pukul 13.05 Wita, Husniah keluar menemui massa untuk memberikan klarifikasi terkait kebijakan pembebastugasan sementara terhadap 16 pejabat di lingkungan Pemkab Gowa.
Namun, Husniah menyampaikan penjelasan dari balik barisan personel kepolisian yang membawa tameng. Ratusan personel Polresta Gowa dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut.
Dengan pengeras suara, Husniah membantah 16 pejabat tersebut dinonjobkan.
“Bukan nonjob sebanyak 16 orang, tapi pembebastugasan sementara,” kata Husniah.
Pernyataan itu langsung mendapat respons dari massa. Sejumlah pengunjuk rasa meneriakkan bantahan dan meminta Husniah memberikan penjelasan lebih lanjut.
Husniah menjelaskan, 16 pejabat tersebut merupakan ASN di lingkungan Pemkab Gowa yang telah melalui proses evaluasi.
“ASN lingkup Pemkab Gowa yang tentunya telah kami evaluasi. Pembebastugasan itu beda dengan nonjob,” ujarnya.
Husniah hanya sekitar dua menit menyampaikan klarifikasi sebelum menghentikan pembicaraan dan meninggalkan lokasi.
Setelah itu, Sekda Gowa Andi Azis Peter menyampaikan pendapatnya kepada massa. Sekwan DPRD Gowa Andi Idil Hafid, Kepala BPKAD Gowa Mahmud, dan Kepala BKPSDM Gowa Indra Said turut hadir dan kemudian naik ke mobil komando massa aksi.
Sementara itu, mobil komando telah berada di halaman kantor bupati dan para orator bergantian menyampaikan aspirasi di hadapan ratusan massa. Aparat kepolisian bersama jenderal lapangan aksi, Indra, beberapa kali meminta massa mundur untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Tinggalkan Balasan