SULSELONLINE.COM – Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam RAPBN 2027. Angka tersebut naik sekitar Rp100 triliun dibandingkan alokasi 2026 dan telah memenuhi amanat UUD 1945 yang mewajibkan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, berharap peningkatan anggaran tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendasar sekolah, termasuk revitalisasi sarana dan prasarana serta peningkatan kesejahteraan guru.

“Kalau kita menunggu saja Kementerian Pendidikan, ada mungkin kebijakan strategis atau melanjutkan kebijakan Pak Prabowo sekarang, bantuan revitalisasi sekolah dan kesejahteraan guru,” ujar Iqbal saat dihubungi, Selasa (25/8/2026).

Disdik Sulsel kini menyiapkan data kebutuhan sekolah agar usulan bantuan pemerintah pusat lebih tepat sasaran. Sekolah diminta memperbarui data pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sesuai kondisi riil di lapangan.

“Kami siapkan sekolah, siapkan data, perbaiki data Dapodik sehingga terinfokan kebutuhan sekolah riil yang ada di sekolah. Sehingga 524 sekolah bisa diusulkan,” katanya.

Menurut Iqbal, pembaruan Dapodik penting untuk memetakan kondisi sarana dan prasarana serta kebutuhan setiap sekolah yang membutuhkan intervensi.

Di tingkat provinsi, Disdik Sulsel juga menargetkan peningkatan mutu dan akses pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Tentu kami di provinsi akan meningkatkan mutu pendidikan dan akses pendidikan di sekolah di daerah 3T, memiliki kapasitas dan ruang kelas representatif,” jelasnya.

Iqbal berharap kenaikan anggaran pendidikan nasional dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Sulsel, terutama melalui perbaikan fasilitas sekolah, penyediaan ruang kelas yang representatif, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.(*)