MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar membuka peluang lebih besar bagi penyelenggaraan berbagai event olahraga di Kota Makassar. Selain menjadi ajang kompetisi dan pembinaan atlet, kegiatan olahraga dinilai dapat menarik pengunjung sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar Tahun 2026 di Hotel Novotel Makassar, Sabtu (29/8/2026).

Munafri mengatakan, penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi. Ketika Makassar menjadi lokasi pertandingan, peserta dari luar daerah yang datang bersama pendamping dan suporter berpotensi meningkatkan aktivitas di sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga usaha ekonomi kreatif.

Karena itu, ia mendorong KONI dan seluruh cabang olahraga untuk lebih aktif melihat peluang dengan mengusulkan Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kompetisi.

“Silakan, mau jadi tuan rumah, bawa ke Makassar. Mau jadi tuan rumah apa, Porprov? Ajukan dan kami pemerintah akan merespons ini dengan baik,” ujar Munafri.

Menurutnya, semakin banyak orang datang ke Makassar melalui kegiatan olahraga, semakin besar pula peluang kota memperoleh manfaat ekonomi. Event olahraga juga dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat citra dan branding kota.

Munafri menilai, ketika sebuah daerah dikenal karena penyelenggaraan event, masyarakat dari luar daerah memiliki alasan untuk datang dan mengenal berbagai potensi yang dimiliki daerah tersebut.

“Kalau kota sudah terbranding, semua orang akan datang melihat kota itu. Kalau semua orang datang melihat kota itu, mereka akan datang ke kota itu dan tidak mungkin tidak belanja di kota itu,” katanya.

Ia menyebut pendekatan tersebut sejalan dengan konsep sport tourism, yakni mengintegrasikan kegiatan olahraga dengan sektor pariwisata. Dengan konsep itu, olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga dapat menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan dan meningkatkan perputaran ekonomi.

Munafri berharap olahraga di Makassar memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menghasilkan atlet berprestasi, berbagai kompetisi yang digelar di Makassar diharapkan mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, Munafri meminta KONI tetap menjaga kualitas pembinaan atlet. Menurutnya, Makassar memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Tidak cukup kita bicara tentang potensi. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana potensi yang besar ini diturunkan menjadi aksi nyata bahwa dari Kota Makassar akan lahir atlet-atlet berprestasi bukan di kelas lokal, tapi kelas nasional maupun kelas internasional,” ujarnya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Munafri menekankan pentingnya penerapan prinsip fair play dalam pengelolaan olahraga. Menurutnya, nilai fair play tidak hanya berlaku saat atlet bertanding, tetapi juga harus diterapkan dalam pengelolaan organisasi dan anggaran.

Ia mengingatkan agar setiap anggaran digunakan sesuai dengan peruntukannya serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Fair play ini tidak akan pernah kita dapatkan kalau roh dari fair play ini tidak kita masukkan ke dalam sistem tata kelola olahraga Kota Makassar,” tegasnya.

Munafri menilai pengembangan olahraga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, KONI, cabang olahraga, atlet dan pemangku kepentingan lainnya perlu membangun kerja sama agar pembinaan olahraga berjalan lebih baik sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Olahraga tidak hanya berdiri dalam satu olahraga, tapi hari ini olahraga bagian dari tourism. Ini yang selalu saya perjuangkan,” pungkasnya.(*)