GOWA — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, akan mengaktifkan kembali tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa yang dinonaktifkan saat Sitti Husniah Talenrang ketika masih menjabat bupati.
Darmawangsyah mengatakan, pengaktifan kembali tujuh pejabat tersebut menjadi salah satu langkah untuk memulihkan tata kelola pemerintahan, terutama dalam urusan kepegawaian dan pengelolaan anggaran.
“Insyaallah segera kita aktifkan kembali,” ujar Darmawangsyah, Minggu (18/10/2026).
Menurutnya, pemulihan jabatan para pejabat tersebut penting agar aktivitas pemerintahan dan pelaksanaan anggaran di Kabupaten Gowa dapat kembali berjalan normal.
“Karena dengan pengaktifan itu, itulah kunci untuk kemudian menormalisasi semua kegiatan kepegawaian dan anggaran di Kabupaten Gowa,” sambungnya.
Tujuh pejabat yang dimaksud ialah Andy Azis Peter selaku Sekretaris Daerah Gowa, Syahrul Syahrir sebagai Inspektur Gowa, Sujjadan sebagai Kepala Bappeda, Indra Said sebagai Kepala BKPSDM, Mahmud sebagai Kepala BPKAD, Umar Madjid sebagai Kepala Satpol PP, serta Andi Idil Hafid sebagai Sekretaris DPRD Gowa.
Penonaktifan Pejabat
Agustus lalu, Husniah mengumumkan penonaktifan sementara tiga orang pejabat eselon II, yakni Sekda Andy Azis Peter, Kepala BKPSDM Indra Said, dan Inspektur Syahrul Syahrir.
Husniah menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari penataan birokrasi dan pemeriksaan atas dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN).
Ia juga menyatakan penataan akan berlanjut terhadap pejabat lainnya.
Selanjutnya, jumlah pejabat yang dinonaktifkan bertambah empat orang sehingga menjadi tujuh orang.
Penonaktifan itu kemudian menjadi sorotan di tengah dinamika pemerintahan KabupatenGowa
Setelah Husniah diberhentikan dari jabatan bupati dan Darmawangsyah ditunjuk sebagai Plt Bupati Gowa, pemulihan birokrasi menjadi salah satu hal yang menjadi prioritas Darmawansyah untuk segera diselesaikan.(@)

Tinggalkan Balasan