SULSELONLINE.COM – Zaid bin Tsabit adalah seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang berperan penting dalam sejarah Islam, terutama dalam kodifikasi Al-Qur’an. Ia lahir di Madinah sekitar tahun 610 M dan termasuk dalam kelompok Anshar dari suku Khazraj. Selain dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an, Zaid juga memiliki kecerdasan luar biasa dan penguasaan bahasa yang tinggi, termasuk bahasa Ibrani dan Suryani yang ia pelajari atas perintah Nabi.
Peran Zaid bin Tsabit dalam Penyusunan Al-Qur’an
Sebagai sekretaris pribadi Nabi Muhammad ﷺ dan salah satu juru tulis wahyu, Zaid bin Tsabit memiliki peran sentral dalam penyusunan Al-Qur’an. Tugasnya tidak hanya mencatat wahyu yang diterima Nabi, tetapi juga memastikan keakuratan dan ketertiban ayat-ayat yang diturunkan.
Pengumpulan Al-Qur’an pada Masa Abu Bakar
Setelah Perang Yamamah pada tahun 632 M, banyak penghafal Al-Qur’an yang gugur, sehingga dikhawatirkan Al-Qur’an akan hilang jika tidak segera dikodifikasikan. Atas saran Umar bin Khattab, Khalifah Abu Bakar menunjuk Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf tertulis. Dalam prosesnya, Zaid mengumpulkan ayat-ayat berdasarkan hafalan para sahabat dan catatan tertulis yang telah dibuat di berbagai media seperti kulit, tulang, dan pelepah kurma. Hasil kodifikasi ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar, lalu diwarisi oleh Umar bin Khattab, dan akhirnya berada di tangan Hafshah binti Umar.
Kodifikasi Al-Qur’an pada Masa Utsman bin Affan
Pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, perbedaan bacaan Al-Qur’an mulai muncul di berbagai wilayah Islam. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan perpecahan di antara umat Muslim. Untuk mengatasi perbedaan ini, Utsman membentuk sebuah tim yang bertugas menyalin mushaf standar berdasarkan naskah yang disimpan Hafshah. Zaid bin Tsabit kembali dipercaya sebagai ketua tim, yang juga terdiri dari Abdullah bin Zubair, Sa’id bin Al-‘As, dan Abdurrahman bin Harits bin Hisham.
Tim ini berhasil menghasilkan mushaf standar yang dikenal sebagai Mushaf Utsmani. Mushaf ini kemudian dikirim ke berbagai wilayah Islam, sementara mushaf-mushaf lain yang memiliki perbedaan bacaan diperintahkan untuk dimusnahkan demi menjaga kesatuan teks Al-Qur’an.
Keutamaan Zaid bin Tsabit
Sebagai salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad ﷺ, Zaid bin Tsabit memiliki banyak keutamaan:
- Menjadi juru tulis wahyu bagi Nabi Muhammad ﷺ.
- Dipercaya dalam urusan kodifikasi Al-Qur’an pada masa Abu Bakar dan Utsman.
- Memiliki keahlian dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Ibrani dan Suryani.
- Dianggap sebagai salah satu ahli fikih dan qari (pembaca Al-Qur’an) terbaik pada zamannya.
Zaid bin Tsabit wafat sekitar tahun 45 H (665 M) di Madinah. Warisannya dalam kodifikasi Al-Qur’an tetap menjadi salah satu kontribusi terbesar dalam sejarah Islam, memastikan keutuhan dan kesucian kitab suci bagi generasi Muslim hingga hari ini.(*)

Tinggalkan Balasan