SULSELONLINE.COM – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus bergulir menjelang Muktamar 2025. Sejumlah kader daerah mulai menyuarakan keinginan untuk mengganti kepemimpinan Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP. Bahkan, lebih dari 20 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) disebut telah mendorong perubahan di tubuh DPP PPP.
Sosok Andi Amran Sulaiman muncul sebagai kandidat potensial yang dinilai mampu membawa PPP bangkit kembali pasca kegagalan di Pemilu 2024. Dengan dukungan dari DPW Sulawesi Selatan, Amran menjadi figur yang patut diperhitungkan.
Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arwani Thomafi, mengungkapkan bahwa aspirasi mengganti ketua umum datang dari berbagai DPW, termasuk DPW Jawa Timur yang secara terbuka mengusung agenda perubahan dalam forum halal bihalal baru-baru ini.
“Lebih dari 20 DPW menginginkan perubahan. Mereka ingin figur ketua umum yang baru. Para pimpinan majelis dan kiai juga mendukung agar Muktamar 2025 menjadi momentum pemilihan ketum baru,” kata Arwani, Selasa (13/5/2025).
PPP Sulsel
Ketua DPC PPP Gowa, Nursyam Amin, menyebutkan bahwa jika sudah ada 20 DPW menyuarakan pergantian ketua umum, maka itu sudah cukup sebagai landasan di Muktamar nanti.
“Kalau sudah ada 20 DPW yang bersikap ingin ganti ketum, saya kira itu sudah lebih dari cukup di Muktamar,” ujarnya.
Ia menilai dorongan perubahan ini tak lepas dari kegagalan PPP lolos ke parlemen pada Pemilu 2024. Menurutnya, DPW PPP Sulsel dikenal solid dan biasanya satu suara dalam menentukan dukungan.
“Biasanya kita di Sulsel solid, satu keputusan dalam mendukung calon ketum di muktamar,” tegasnya.
Amran Sulaiman
Nama Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mulai santer disebut sebagai kandidat kuat Ketua Umum PPP. Sejumlah kader daerah menyambut positif jika tokoh asal Sulawesi Selatan itu maju memimpin DPP PPP.
Ketua DPC PPP Bulukumba, Zulfikar Askar, secara pribadi menyebut Amran sebagai figur yang layak dan bisa membawa perubahan positif.
“Menurut saya pribadi, lebih cocok Pak Amran Sulaiman. Dia sosok yang bisa membawa angin segar bagi PPP, khususnya di Sulsel,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Legislator PPP Sulsel, Rusli Sunali, yang menyebut Amran sebagai tokoh nasional berpengalaman dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni.
“Pak Amran adalah tokoh nasional, dan posisinya sebagai Ketua KKSS se-Indonesia menunjukkan pengakuan terhadap kepemimpinannya,” ungkap mantan Ketua DPRD Luwu itu.
Isu Amran Sulaiman menjadi Ketum PPP juga mendapat respons dari anggota DPRD Sinjai, Andi Zainal Iskandar, yang menilai wacana tersebut sebagai hal positif meskipun belum bersifat formal.
“Bagus juga, semua orang punya hak memimpin DPP PPP, tergantung keputusan bersama,” ujar legislator empat periode itu.
Sementara Ketua PPP Sinjai, Zulkifli, belum memberikan pernyataan resmi terkait isu tersebut.
Meski wacana perubahan kepemimpinan semakin kuat, DPP PPP hingga kini belum menetapkan tanggal resmi pelaksanaan Muktamar 2025. Namun diperkirakan forum penting tersebut akan digelar tahun ini.(*)

Tinggalkan Balasan