MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Makassar, Eric Horas, menegaskan bahwa pemerataan pendidikan merupakan isu prioritas yang terus ia kawal. Ia menekankan, semua anak harus mendapatkan akses pendidikan tanpa terkecuali.

Hal tersebut disampaikan Eric saat menggelar reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2024–2025, yang berlangsung di Jalan Kemauan 6 RT 03 RW 05, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, Kamis (19/6/2025).

Reses merupakan agenda rutin anggota DPRD Makassar untuk menyapa konstituen dan menyerap aspirasi warga. Dalam kesempatan itu, Eric menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait permasalahan pendidikan, khususnya penerimaan siswa baru.

Ketua DPC Gerindra Makassar ini menyoroti peran Dinas Pendidikan sebagai pihak yang bertanggung jawab utama dalam menjamin semua anak bisa bersekolah. Ia menilai, masalah klasik saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih terus berulang.

“Dinas Pendidikan harus lebih antusias, lebih agresif, khususnya dalam menyiapkan penerimaan siswa baru,” ujar Eric.

Menurutnya, segala proses administrasi dan teknis harus dipermudah, khususnya bagi anak-anak yang memiliki semangat belajar dan didukung oleh keluarga. Mereka, katanya, berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

“Tidak boleh ada yang dipersulit. Asal sesuai dengan ketentuan, semuanya harus dipermudah,” tegasnya.

Eric juga mendorong agar solusi alternatif disiapkan bagi anak-anak yang tidak tertampung di sekolah dalam zona tempat tinggalnya. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang tak boleh terabaikan.

“Anak-anak di Kota Makassar wajib sekolah. Kalaupun kuota sekolah penuh, tetap harus ada alokasi tambahan agar mereka tetap bisa belajar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Eric juga mengapresiasi program seragam sekolah gratis dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham. Ia berharap program ini dijalankan secara maksimal, tidak hanya saat penerimaan siswa baru.

“Itu sudah komitmen beliau karena masuk dalam visi-misi dan rencana kerja. Jadi program pendidikan gratis itu harus benar-benar terlaksana,” ujar Eric menutup pernyataannya.

Dalam kegiatan reses tersebut, hadir pula Lurah Maccini Parang Sukri Abbas, Babinsa, Babinkamtibmas, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sukri Abbas menyambut baik kedatangan Eric dan menyampaikan rasa terima kasihnya karena reses menjadi kesempatan penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.

“Terima kasih banyak kepada Pak Eric yang bersedia datang. Ini saatnya warga menyampaikan keluh kesahnya,” kata Sukri.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Eric Horas sebagai legislator berpengalaman dapat menindaklanjuti aspirasi warga, khususnya di wilayah Maccini Parang.

“Sudah beberapa kali aspirasi kami ditindaklanjuti Pak Eric. Karena itu, kami percaya beliau selalu hadir untuk masyarakat,” tutupnya. (*)