MAKASSAR – Sebanyak 13.849 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Mariso akan menjadi pemegang hak suara pada pemilihan Ketua RT/RW yang akan digelar dalam waktu dekat. Jumlah tersebut mewakili sekitar 48.203 jiwa penduduk yang tersebar di sembilan kelurahan: Tamarunang, Mariso, Mario, Pannambungan, Lette, Kunjung Mae, Bontorannu, Kampung Buyang, dan Mattoangin.

Data pemerintah kecamatan mencatat, Kelurahan Mariso menjadi wilayah dengan penduduk terbanyak, yakni 8.426 jiwa dari 3.785 KK. Disusul Kelurahan Pannambungan dengan 8.880 jiwa dari 2.398 KK. Sementara itu, Kelurahan Mario tercatat memiliki jumlah penduduk paling sedikit, hanya 2.365 jiwa dari 578 KK.

Camat Mariso, Aswin Kartapati Harun, menegaskan bahwa pemilihan tahun ini akan digelar secara demokratis dengan prinsip *satu KK, satu suara*. Sebanyak 213 Ketua RT akan dipilih langsung oleh warga di wilayah masing-masing.

“Syarat dan ketentuan masih menunggu sosialisasi dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), tetapi yang jelas konsepnya satu KK satu suara. Jadi, 213 Ketua RT akan dipilih di Mariso,” ujar Aswin, Senin (11/8/2025).

Aswin mengungkapkan, sejumlah calon ketua RT mulai aktif melakukan pendekatan kepada warga melalui kegiatan sosial seperti kerja bakti dan pembersihan lingkungan. Menurutnya, hal ini menunjukkan keseriusan calon dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Ia menegaskan, peran Ketua RT/RW tidak hanya sebatas urusan administrasi dan kebersihan, tetapi juga mencakup kepekaan terhadap persoalan sosial, pendidikan, serta perlindungan anak dan perempuan.

“Ketua RT harus tahu kondisi warganya. Jika ada anak putus sekolah atau belum mendapat layanan pendidikan dasar, itu harus segera dikoordinasikan ke kelurahan atau kecamatan,” jelasnya.

Aswin juga menekankan pentingnya peran Ketua RT/RW sebagai agen pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, terutama yang melibatkan anak dan perempuan.

“Jika ada kasus kekerasan, Ketua RT wajib melapor ke DP3A atau pihak kepolisian,” tegasnya.

Ia berharap pemilihan ini tidak sekadar menjadi ajang perebutan suara, tetapi menjadi momentum melahirkan pemimpin lingkungan yang peduli, siap mengabdi, dan mampu menciptakan ruang aman, nyaman, serta partisipatif bagi warga.

“Ketua RT adalah penghubung antara masyarakat dan pemerintah, garda terdepan yang menyampaikan program dan aspirasi warga,” tutupnya.

Pemilihan Ketua RT/RW di Mariso menjadi salah satu wujud pelibatan aktif masyarakat dalam demokrasi lokal, sekaligus penguatan partisipasi warga dari tingkat paling dasar.(*)