JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Rekrutmen besar-besaran ini diprioritaskan bagi lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Kebijakan tersebut diambil karena pada 2025 Kemenkeu telah merekrut sekitar 1.100 pegawai non-STAN, sehingga formasi tahun berikutnya akan difokuskan untuk lulusan STAN demi menjaga keseimbangan kompetensi di internal kementerian.
“Next-nya STAN semua. Karena 1.100 sebelumnya sudah direkrut dari luar STAN,” ujar Purbaya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Mulai 2026, Kemenkeu menargetkan penerimaan 4.350 formasi setiap tahun, jumlah yang jauh lebih besar dibanding 2025. Dalam Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029, formasi CPNS 2025 ditetapkan sebanyak 2.100 orang, kemudian naik menjadi 4.350 orang per tahun pada periode 2026–2029.
Selain formasi lulusan STAN, Kemenkeu juga akan membuka lowongan untuk 300 lulusan SMA yang akan ditempatkan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Rekrutmen dilakukan langsung di masing-masing daerah untuk memenuhi kebutuhan petugas lapangan yang terus meningkat.
“Sebagian karena kurang orang, kita akan rekrut 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Direkrut di masing-masing lokasinya nanti,” tambah Purbaya.
Sebagai kementerian strategis yang mengelola keuangan negara, kompetisi seleksi diprediksi berlangsung ketat. Pelamar harus siap mengikuti tahapan mulai dari seleksi administrasi, Tes Kompetensi Dasar (TKD), hingga Tes Kompetensi Bidang (TKB) sesuai formasi.
Dalam dokumen Peraturan Menteri Keuangan disebutkan bahwa proyeksi kebutuhan SDM aparatur Kemenkeu untuk lima tahun ke depan disusun secara hati-hati berdasarkan ketentuan yang berlaku, selaras dengan arah kebijakan nasional dan kondisi eksisting SDM kementerian.(*)

Tinggalkan Balasan