SULSELONLINE.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) akan menggelar retret bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan di era Presiden Prabowo Subianto. Retret ini menyasar pejabat eselon II, pejabat administrator, hingga sejumlah staf ASN terpilih.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, retret tidak hanya diikuti kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga pejabat administrator dan staf ASN yang telah diseleksi.
“Bukan hanya kepala OPD, tapi semua pejabat administrator yang dipilih, dan ada beberapa staf ASN juga,” ujar Andi Sudirman usai Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah se-Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (9/2/2026).
Retret tersebut rencananya akan dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, dan dijadwalkan berlangsung selama sekitar sepekan pada akhir Februari 2026.
Andi Sudirman menjelaskan, materi utama dalam retret berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan. ASN Pemprov Sulsel akan dibekali pemahaman terkait perbendaharaan, tata kelola anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam pelaksanaan program pemerintah.
Sejumlah lembaga akan dilibatkan sebagai pemateri, termasuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Pemateri dari lembaga yang relevan dengan tematik, seperti Kemendagri, Forkopimda dari Polda dan Kodam, LKPP, serta KPK terkait pengadaan barang dan jasa,” sambungnya.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel juga telah menginisiasi retret bagi kepala desa yang digelar di Rindam XIV/Hasanuddin, Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, pada akhir 2025 lalu. Retret kepala desa tersebut berlangsung selama empat hari dan seluruh akomodasi ditanggung Pemprov Sulsel.
Sejumlah menteri turut hadir sebagai pemateri pada kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel, Akbar, menyebut retret kepala desa menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa.
“Terutama dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta pemahaman terkait tata kelola pemerintahan desa,” ujarnya.
Saat ini, Pemprov Sulsel tengah mematangkan persiapan pelaksanaan retret bagi jajaran ASN sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang profesional dan akuntabel.(*)

Tinggalkan Balasan