SULSELONLINE.COM – Laga klasik antara Persebaya Surabaya dan PSM Makassar pada lanjutan BRI Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam, diwarnai nuansa emosional.
Sorotan tertuju pada bek PSM, Yuran Fernandes, yang akan menghadapi mantan pelatihnya, Bernardo Tavares. Pertemuan ini menjadi reuni profesional setelah keduanya bekerja sama selama 3,5 tahun di skuad Juku Eja.
Selama menangani PSM, Tavares sukses mempersembahkan gelar juara BRI Liga 1 pada musim pertamanya di Indonesia. Ia juga dikenal berani memberi kesempatan kepada pemain muda dan membawa PSM bersaing di papan atas.
“Tavares melakukan pekerjaan yang sangat baik di PSM. Pada musim pertama dia menjadi juara, dan musim berikutnya dia berani bertaruh dengan pemain-pemain muda. Dia berhasil membawa klub ini ke level yang bagus,” ujar Yuran dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Meski memiliki hubungan baik, Yuran menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritas di atas lapangan. Bek asal Tanjung Verde itu mengaku memahami filosofi permainan Tavares, begitu pula sebaliknya.
“Kita memiliki hubungan yang baik, saya menganggapnya sebagai teman. Namun untuk pertandingan besok, kita akan menjadi lawan selama 90 menit. Dia tahu bagaimana saya sebagai pemain, dan saya sedikit tahu bagaimana dia memasang ide ke permainan,” ujarnya.
PSM menargetkan hasil maksimal dalam laga tersebut. Yuran menegaskan, rasa hormat kepada mantan pelatih justru diwujudkan dengan memberikan perlawanan terbaik demi meraih tiga poin di kandang Persebaya.(*)

Tinggalkan Balasan