SULSELONLINE.COM – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Posisi tersebut kini diisi oleh Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Keputusan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Selain mengganti Kepala BGN, Presiden juga memberhentikan Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya dari jabatan Wakil Kepala BGN. Pemerintah menyampaikan apresiasi atas kontribusi ketiganya dalam membangun dan mengembangkan lembaga yang menjadi garda depan program pemenuhan gizi nasional tersebut.

“Presiden memutuskan melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional dan menyampaikan terima kasih atas dedikasi serta kerja keras yang telah diberikan dalam membangun fondasi lembaga ini,” kata Prasetyo.

Pergantian tersebut terjadi sebelum Dadan genap dua tahun memimpin BGN. Ia dilantik pada 19 Agustus 2024 oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.

Dadan dikenal sebagai akademisi dan pakar entomologi dari IPB University. Lahir di Garut pada 1967, ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.

Karier akademiknya berlanjut hingga meraih gelar doktor di bidang Entomologi Terapan dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, pada periode 1997–2000. Sejak 1992, ia mengajar di Departemen Proteksi Tanaman IPB dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik serta penelitian.

Sebelum dipercaya memimpin BGN, Dadan menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan IPB. Ia pernah menjabat Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB, Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB, hingga Direktur Ad-interim Direktorat Kerja Sama IPB.

Selain itu, ia juga pernah memimpin STPK Banau Halmahera Barat pada periode 2014–2022 dan menjadi konsultan bagi sejumlah kementerian. Pengalamannya di bidang pendidikan, pertanian, serta pengembangan sumber daya manusia membuatnya dipercaya memimpin BGN ketika lembaga tersebut dibentuk pemerintah pada 2024.

Selama memimpin BGN, Dadan kerap menjadi sorotan publik seiring pelaksanaan berbagai program gizi nasional. Dalam peringatan satu tahun pelantikannya pada Agustus 2025, ia bahkan sempat berkelakar mengenai perubahan hidupnya sejak menjabat sebagai pejabat negara.

“Sudah satu tahun selalu dikejar wartawan. Kalau ditanya menyesal atau tidak menjadi kepala badan, saya bilang menyesal karena jadi terkenal,” ujarnya saat itu sambil bercanda.

Dadan juga pernah mengenang momen awal pelantikannya yang berlangsung sederhana. Saat itu, BGN belum memiliki pegawai sehingga ia datang tanpa pendampingan protokoler.

“Saya dilantik sendirian karena memang belum ada pegawai di Badan Gizi Nasional. Bahkan foto pelantikan saya diambil dari dokumentasi Sekretariat Negara,” kenangnya.

Sementara itu, sosok yang ditunjuk menggantikan Dadan, Nanik S Deyang, memiliki latar belakang sebagai jurnalis senior. Ia memulai karier di Persda Kompas pada 1989, kemudian berkiprah di Tabloid Bangkit dan pernah memimpin Majalah Prospektif sebelum bergabung di Badan Gizi Nasional.

Dengan penunjukan tersebut, Nanik kini mengemban tugas memimpin BGN dalam melanjutkan program-program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(*)