SULSELONLINE.COM – Tingkat kepercayaan masyarakat di Sulawesi terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 82,1 persen berdasarkan Survei Nasional Indikator periode 14–24 Juli 2026. Secara nasional, 60,8 persen responden masih percaya Prabowo mampu memperbaiki persoalan yang dianggap mendesak.

Di tengah tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah yang nyaris berimbang, Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan sejumlah program untuk menekan beban pengeluaran masyarakat.

Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan, sektor kesehatan menjadi salah satu fokus melalui penambahan anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebesar Rp8 miliar. Saat ini sekitar 77 ribu warga Maros mendapat jaminan melalui program tersebut.

Selain kesehatan, Pemkab Maros melanjutkan program pendidikan, termasuk beasiswa bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah juga memperkuat pelatihan kerja melalui kerja sama dengan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya pemuda.

Sekitar 500 PPPK paruh waktu juga mendapat pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.

Pemkab Maros turut mendukung program bantuan sosial pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta bantuan bagi masyarakat miskin ekstrem. Pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) terus dilakukan agar bantuan lebih tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Maros Andi Davied Syamsuddin mengatakan, tahun depan Pemkab Maros menyiapkan sekitar Rp2 miliar untuk beasiswa bagi sekitar 400 mahasiswa S1. Penerima diprioritaskan dari kelompok 1 hingga 4 dalam DTSEN.

Selain beasiswa, pemerintah juga menyiapkan pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana dan program bedah rumah tidak layak huni. Jumlah penerima diperkirakan sekitar 500 orang pada tahun depan.(*)