Maros – Pemerintah Kabupaten Maros mewaspadai meluasnya krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Dari empat instalasi pengolahan air atau IPA milik Perumda Air Minum Tirta Bantimurung, hanya dua yang masih beroperasi di tengah semakin kritisnya ketersediaan air baku.

Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan langkah antisipasi bersama agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan mengganggu kebutuhan masyarakat. Menurutnya, dua instalasi yang masih aktif adalah IPA Bantimurung dan IPA Amarang di Kecamatan Tanralili.

“IPA Amarang saat ini masih mampu melayani dengan kapasitas sekitar 60 liter per detik, tetapi kondisi sumber airnya sudah sangat kritis” ujarnya Rabu 21 Oktober 2026.

Bupati mengingatkan, penurunan debit air lebih lanjut dapat menyebabkan bertambahnya wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Karena itu, pemerintah daerah terus mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pemangku kepentingan lainnya untuk menangani dampak kekeringa” urainya.

Pemerintah juga melanjutkan penyaluran bantuan air bersih melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang telah memasuki tahap lanjutan. Chaidir Syam menegaskan, seluruh potensi yang dimiliki pemerintah harus terus dimaksimalkan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut.

Ia juga mengimbau warga agar menggunakan air secara efisien dan mengutamakan kebutuhan pokok selama musim kemarau. “Pemerintah Kabupaten Maros berharap hujan mulai turun pada November hingga Desember 2026 sehingga kondisi sumber air dapat berangsur pulih” harapnya.(#)