SULSELONLINE.COM – Seorang wanita cantik dari Bulgaria bernama Reneta Koleva viral usai menyanyikan lagu Bugis berjudul Ininnawa Sabbara’e.
Reny, panggilannya, adalah perantau dari Bulgaria yang kini bekerja di Indonesian Arts and Culture Scholarship (IACS) di Jakarta.
Melalui akun facebooknya, lajang ini memperlihatkan kegemarannya dalam di dunia seni seperti seni tari termasuk menampilkan aksinya ketika menyanyikan lagu Ininnawa.
Lagu ini mengajarkan kita untuk menjunjung kesabaran dan kesederhanaan dalam hidup. Niscaya kebaikan akan mampir ke rumah kita.
Inilah teks lagu Ininnawa.
ININNAWA SABBARAE 2X
LOLONGENG GARE DECENG
ALLA TOSABBARAEDE
PITU TAUNNA SABBARA 2X
TENGGINANG KULOLONGENG
ALLA RI YASENGNGE DECENG
DECENG ENREKKI RI BOLA 2X
TEJJALI TETAPPERE
ALLA BANNA MASE-MASE
MASE-MASE IDINAGA 2X
RISURO MATTARANA
ALLA MUTEA MABELA
MABELAMPI KUTIROKI 2X
MUJOPPA ALE-ALE
ALLA MUTELLU SITINRO
TELLU MEMENGNGA SITINRO 2X
NYAWAKU NA TUBUHKU
ALLA PASSENGERENGNGEDE
SENGERENGMU PADA BULU 2X
ADATA SILAPPAE
ALLA RUTTUNGENG MANENGNGI
https://www.facebook.com/renetakoleva123/videos/395105815775036
Makna yang terkandung dalam lirik lagu Ininnawa Sabbara’e cukup dalam dan penuh makna.
Ininnawa sabbara’e 2x (ketulusan dan kesabaran)
Lolongeng gare’ deceng (konon mendapatkan kebaikan)
Ala tosabbaraede (jua orang penyabar)
Dengan ketulusan, kesabaran, dan ketabahan kita akan memperoleh kebaikan. Setiap pekerjaan apabila diawali dengan niat, dilakukan dengan tulus ikhlas niscaya akan memperoleh hasil. Ketabahan seseorang diukur dari kemampuannya dalam bersabar.
Pitu taunna sabbara’ 2x (tujuh tahun bersabar)
Tengginang kulolongeng (belumlah kudapatkan)
Ala riyasengnge deceng (jua namanya kebaikan)
Dalam mengarungi hidup, meskipun kita berusaha dan berikhtiar selama tujuh tahun lamanya, belum tentu kita bisa memperoleh apa yang diimpikan, apalagi kalau kita tidak berusaha maka harapan itu semakin jauh.
Deceng enre’ki ri bola 2x (kebaikan naiklah di rumah)
Tejjali tetappere (tanpa tikar permadani)
Ala banna mase-mase (jua dalam kesederhanaan)
Untuk memperoleh hasil yang diharapkan maka kebaikan itu harus dijemput. Kebaikan itu tidak akan datang dengan sendirinya bila kita tidak berusaha mencarinya. Oleh karenanya kita tidak boleh jenuh dan berputus asa meskipun disongsong dengan kesederhanaan hidup.
Mase-mase idi’naga 2x (kesederhanaan inilah)
Risuro mattarana (ditasbihkan mengasuh anak)
Ala mutea mabela (jua engkau tak menjauh)
Meskipun kita hidup dalam kesederhanaan niscayalah bisa mendatangkan kebaikan yang diibaratkan seorang ibu mengasuh anaknya yang senantiasa berharap atas kebahagiaan hidup anaknya dikemudian hari.
Mabelampi kutiroki 2x (dari jauh kumelihatmu)
Mujoppa ale-ale (engka berjalan sendiri)
Ala mutellu sitinro (jua engkau bertiga )
Kebaikan itu ibarat orang yang sedang berjalan, meskipun ia kelihatannya hanya sendiri, pada hakikatnya orang itu ditemani oleh tiga hal. Demikian juga kebaikan diliputi oleh tiga hal yakni niat,usaha, dan doa.
Tellu memengnga sitinro 2x (tiga memang saya jalan bersama)
Nyawaku na tubuku (nyawaku, dan tubuhku)
Ala passengerengngede (jua amal perbuatan)
Manusia adalah mahluk yang paling mulia diciptakan oleh Allah yang dikarunai cipta, rasa, dan karsa. Dalam tubuh manusia mengandung tiga hal tak terpisahkan, adalah nyawa, jasad, dan amal. Untuk mencapai kebaikan dan kebahagiaan, ketiganya harus bersanding dan terpelihara selama kita hidup di dunia.
Sengerengmu pada bulu 2x (kebaikan setinggi gunung)
Adatta silappae (walau satu kata saja)
Alla ruttungeng manengngi (semua akan runtuh)
Walaupun kebaikan dan amal perbuatan seseorang setinggi gunung, maka segalanya ia akan runtuh hanya dengan satu ucapan. Hal ini dimaksudkan agar dalam melakukan interaksi sosial prilaku dan tutur kata harus dijaga guna menjaga perasaan orang lain agar tidak tersinggung. Sebagaimana pepatah yang menyatakan bahwa “mulutmu, harimaumu” yang berarti ucapan seseorang sewaktu-waktu dapat melukai hati sesama apabila tidak dikontrol dengan baik.(alim)

Tinggalkan Balasan