SULSELONLINE.COM – Lari dapat membantu menurunkan berat badan. Olahraga ini mampu membakar kalori lebih banyak dari jenis olahraga lain karena melibatkan banyak jaringan otot yang berbeda.

Dilansir dari Healthline, penelitian menunjukkan, seseorang yang berlari rata-rata 2 kilometer di treadmill mampu membakar 33 kalori lebih banyak daripada mereka yang berjalan kaki.

Belakangan, olahraga lari tidak hanya dilakukan di pagi hari. Tren lari di malam hari semakin digandrungi di tengah kesibukan. Lantas, lari di pagi hari atau lari di malam hari yang mampu membantu menurunkan berat badan?

Lari di pagi hari acap kali dilakukan sejak dulu.

Orang biasanya berlari di pagi hari dengan perut kosong.

Dikutip dari Pharm Easy, lari pagi memiliki segudang manfaat, di antaranya:

1. Membakar lemak lebih banyak dan membantu menurunkan berat badan

2. Menyerap banyak oksigen sehingga membuat tubuh lebih energik sepanjang hari

3. Massa otot meningkat lebih cepat

4. Lari di pagi hari dapat melepaskan endorfin sehingga menimbulkan rasa bahagia

5. Penelitian membuktikan, lari di pada pukul 05.00-08.00 WIB mampu menurunkan tekanan sistolik.

Lari di malam hari juga memiliki beberapa manfaat.

Hanya saja, manfaat itu tidak sama dengan lari di pagi hari.

Berikut manfaat lari di malam hari:

1. Meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan inti tubuh

2. Melatih stamina tubuh karena kemampuan lari di malam hari akan lebih lama dan cepat daripada pagi hari

3. Mengurangi risiko cidera.

Profesor Juleen dari Karolinska Institute, Zierath mengatakan, seseorang yang lari di pagi hari akan lebih banyak membakar lemak daripada mereka yang lari di malam hari.

“Hasil kami menunjukkan bahwa olahraga di pagi hari bisa lebih efektif daripada olahraga di malam hari dalam hal meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, dan jika ini kasusnya, olahraga ini terbukti bermanfaat bagi orang yang kelebihan berat badan,” tuturnya, dilansir dari First Post.

Para peneliti percaya bahwa aktivitas fisik di pagi hari mampu meningkatkan ekspresi gen dalam pemecahan lemak dengan menghasilkan panas dan mitokondria.

Akibatnya, hal ini mampu meningkatkan metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh yang tinggi menentukan seberapa banyak kalori yang dibakar per hari.

Kendati demikian, para peneliti menyarankan agar waktu olahraga disesuaikan dengan jam tubuh, terutama bagi mereka yang menderita penyakit tertentu, seperti diabetes tipe 2 dan obesitas.