SULSELONLINE.COM — Warga di Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, diresahkan dengan keberadaan kera hitam yang berkeliaran di perkampungan mereka.
Primata itu kerap menyerang warga utamanya anak-anak dan perempuan, serta masuk ke rumah mencuri makanan.
Kera hitam tersebut diketahui berjenis Macaca maura, kera endemik Sulawesi.
Warga tak tahu persis dari mana asal kera itu tiba-tiba ada di kampung mereka, terlebih habitatnya di Hutan Karaenta Maros, berjarak puluhan kilometer dari desa itu.
Menurut pengakuan warga, kera itu sudah ada di permukiman mereka sejak satu bulan terakhir.
“Sudah satu bulan ada di sini. Kami tidak tahu karena tiba-tiba saja ada di sini dan sering menyerang anak-anak dan perempuan. Kemarin juga sempat masuk ke rumah warga dan mencuri telur,” kata warga, Daeng Hama kepada wartawan, Selasa (29/6/2021).
Warga yang sudah sering melihat kera itu keluar dari persembunyiannya mengatakan, ukuran badan kera itu hampir sama dengan ukuran anak berusia 6 tahun dengan badan gemuk berwarna hitam berjenis kelamin jantan.
“Dia terlihat kuat dan sangat lincah. Kami sudah larang anak-anak mendekat kalau muncul lagi,” jelasnya.
Selama ini, kera itu kerap menampakkan dirinya di kebun warga tepat di pinggiran sungai.
Kemungkinan, kera itu bersembunyi di lokasi itu karena masih banyak pepohonan tinggi dan semak-semak yang rimbun.
“Sepertinya sembunyi di situ memang karena kan di situ jarang orang lewat dan banyak pohon. Terus ada kebun pisang juga. Biasanya dia keluar itu, kita simpankan makanan di dekat jembatan,” ungkapnya.
Sementara itu, petugas rescue dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan, sudah berusaha menangkap kera itu sejak pekan lalu.
Petugas rescue BKSDA, Eko mengatakan mereka telah berkali-kali berusaha menangkap kera itu namun selalu gagal.
“Sejak Jumat kemarin kita terima laporan dan kami turun beberapa kali. Memang akhir-akhir ini monyet itu agresif karena kemungkinan diganggu oleh anak-anak,” katanya.
Sejumlah perlengkapan untuk menangkap kera itupun telah disiapkan oleh petugas BKSDA, mulai dari senapan dengan bius hingga pemasangan perangkap khusus yang terbuat dari besi yang di dalamnya terdapat makanan sebagai umpan.
“Kita sudah berkali-kali menyusuri lokasi yang diduga tempat dia bersembunyi, tapi tidak pernah kita dapati. Terakhir ini kita sudah pasang alat perangkap dan mudah-mudahan ada hasilnya dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Petugas menduga, kera Macaca maura itu merupakan hewan yang pernah dipelihara oleh warga karena melihat cirinya yang tidak takut berinteraksi dengan manusia.
Mereka meminta agar warga tidak menyerang maupun memberi makan kera itu.
“Kemungkinan itu lepasan. Kami imbau warga jangan pernah sekali-kali mengganggu apa lagi menyerangnya. Karena kalau begitu, dia akan lebih agresif,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan