SULSELONLINE.COM — Kita telah masuk bulan Zulhijjah, termasuk bulan yang istimewa bagi umat Muslim.

Bulan yang identik dengan haji, kurban, dan Idul Adha ini memiliki keistimewaan yaitu banyak amalan sunah berpahala.

Sesuai kalender Zulhijjah, Idul Adha jatuh pada 20 Juli 2021, artinya Jumat 16 Juli 2021 ini adalah jumat terakhir sebelum perayaan Idul Adha atau biasa disebut Idul Kurban.

Kita selalu diingatkan oleh Allah SWT untuk senantiasa meningkatkan takwa kepada-Nya sampai tingkatan takwa yang sebenar-benarnya.

Karena hanya dengan jalan itulah kita bisa kembali kepada Allah SWT dalam keadaan Islam.

Artinya insyaallah dalam keadaan selamat dan menempati surga Allah SWT.

Kita telah memasuki bulan Zulhijah, di mana Allah telah menyebutkan melalui firman-Nya yang berbunyi;

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirikamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasannya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Surat At Taubah ayat 36)

Dari surat di atas keempat bulan yang mulai itu adalah Zulqadah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Saat ini kita akan memasuki bulan Zulhijjah 1442 H, di mana ada beberapa keistimewaan di dalamnya, antara lain:

1) Disyariatkan bagi yang mampu melaksanakan kurban

Kita ketahui bersama bahwa disyariatkannya ibadah kurban tidak lain adalah bagaimana upaya seorang muslim untuk terus meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT melalui kesyukurannya menyembelih kurban.

Namun yang dinilai bukanlah sembelihan maupun aliran darahnya, tetapi ketakwaannya kepada Allah SWT.

Pengorbanan seseorang dengan menyembelih hewan kurban ini kelak dikemudian hari namanya akan diabadikan Allah SWT.

Dan itulah mengapa Nabiyullah Ibrahim As dan putranya (Ismail As) selalu disebutkan dengan ‘watarakna fihil akhirin’.

Ini karena pengorbanan beliau yang sangat luar biasa dalam menegakkan agama Allah.

Firman Allah yang lain menyebutkan; salaamun ‘ala Ibrahim’, begitu pula terhadap Nabi-nabi yang lain.

2) Disyariatkan kepada kita menunaikan ibadah haji bagi yang mampu

Dari tahun ke tahun minat kaum muslimin dan muslimat untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi.

Bahkan waiting list sampai kira-kira 15 tahun yang akan datang baru bisa menunaikan ibadah haji.

Subhanallah.

Hal ini tidak saja di negara kita, tetapi hampir di semua negara.

Ini merupakan gerakan ketaatan yang luar biasa oleh umat Islam di Indonesia dan ini berarti bahwa orang tersebut benar-benar mematuhi apa yang diperintahkan Allah SWT.

Haji adalah wajib bagi mereka yang mampu melaksanakannya.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda:

“Jika ada orang yang mampu menunaikan ibadah haji tetapi dia tidak segera melaksanakannya, maka dikhawatirkan matinya kelak tidak dalam keadaan Islam.”

Dalam bulan Zulhijah ini terdapat 10 (sepuluh) hari istimewa, yaitu 10 hari pertama.

Dalam Surah Al Fajr ayat 1-2 berbunyi;

وَالْفَجْرِۙوَلَيَالٍ عَشْرٍۙ

“Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.”

Para ulama berpendapat bahwa malam yang sepuluh itu ialah malam 10 terakhir dari bulan Ramadan.

Dan ada pula yang mengatakan 10 yang pertama dari bulan Muharram termasuk di dalamnya hari Asyura.

Dan ada pula yang mengatakan malam 10 itu ialah 10 malam pertama bulan Zulhijah.

Apa yang mesti kita lakukan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah ini?

Sebagaimana yang digambarkan Rasulullah SAW melalui sabdanya;

“Pada 10 hari pertama di bulan Zulhijah kita dianjurkan memperbanyak membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.”

Di samping itu dalam hadits lain disebutkan ;

“Pada bulan ini (Zulhijah) manakala kita melakukan ibadah puasa dan memperbanyak ibadah maka nilainya sama dengan jihad fi sabilillah.”

Bahkan disebutkan pula dalam hadis ini bahwa orang yang melakukan ibadah pada 10 hari pertama bulan Zulhijah maka nilai pahalanya masih lebih tinggi dibandingkan dengan jihad fi sabilillah. Subhanallah.

3) Disyariatkan melaksanakan puasa arafah

Suatu ketika Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa arafah.

“Manakala kita mampu melaksanakan puasa arafah dengan keikhlasan maka akan mampu menghapus dosa kita setahun sebelum dan sesudahnya.”

Disebutkan pula bahwa pada hari Arafah itu jika seseorang mengabdikan sepenuhnya ke hadirat Allah sebagaimana apa yang dilakukan oleh jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, maka insyaallah dibebaskan dari api neraka.”

Inilah gambaran keistimewaan bulan Zulhijah yang sungguh luar biasa nilai dan pahalanya.

Dengan ketulusan dan keikhlasan, mudah-mudahan apa yang kita lakukan memperoleh pahala sebagaimana apa yang sedang ditunaikan oleh jamaah haji di tanah suci.

Kemudian yang perlu kita perhatikan dalam menunaikan ibadah kurban adalah jangan sampai kita memperlihatkan nilai materialnya, tetapi justru nilai spiritualnya.

Allah SWT memberikan dorongan kepada kita melalui firman-Nya berbunyi:

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu.

Maka di antara manusia ada orang yang bendoa;

‘Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.”

Dan di antara mereka ada orang bendoa : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (Surat Al Baqarah ayat: 200-202.

Hal seperti itu menjadi kebiasaan orang-orang Arab Jahiliyah setelah menunaikan haji lalu bermegah-megahan tentang kebesaran nenek moyangnya.

Setelah ayat ini diturunkan, maka memegah-megahkan nenek moyangnya itu diganti dengan zikir kepada Allah.

Dan inilah doa yang sebaik-baiknya seorang muslim.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Rabbana atina fid-dun-ya ḥasanataw wa fil-akhirati ḥasanataw wa qina ‘ażaban-nar”

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka.”

Doa sapu jagat di atas menjadi sentral dari ayat tersebut, karena memberikan perhatian kepada kita.

Jangan sampai berdoa hanya untuk kepentingan duniawi saja dan meninggalkan yang ukhrawi.

Di samping itu jangan sampai kita berpaling pada hal-hal bersifat materialistik dan hedonistik, namun harus meninggalkan hal-hal bersifat spiritual.

Seperti kita ketahui bersama bahwa akhir-akhir ini budaya dari barat begitu dahsyat masuk hampir ke setiap negara termasuk negara kita.

Bahkan memasukkan perilaku-perilaku dalam kehidupan pemuda-pemuda Islam.

Sehingga barangkali dapat dikatakan bahwa peredaran narkoba dan sejenisnya itu memang sengaja didesign untuk menghancurkan para pemuda Islam.

Di beberapa negara seperti Thailand, Philipina, bahkan Arab Saudi ternyata para pemudanya ditemukan banyak mengkonsumsi narkoba.

Oleh karena itu hal ini perlu kita waspadai bersama, jangan sampai para pemuda kita terjerumus ke dalam jaringan narkoba dan sejenisnya.

Sebagai sesama muslim kita harus terus berupaya memegang prinsip tauhidul ummat (kesatuan umat), khimayatul ummat (menjaga umat), dan takhbiyatul ummat.

Jika hal ini tidak kita lakukan maka berbagai macam budaya akan mudah menerobos ke dalam kehidupan kita semua.

Oleh karena itu marilah kita tingkat mantapkan amaliah kita di bulan Zulhijah ini sebagai investasi di akhirat kelak.

Mudah-mudahan kita mampu memaknai bulan Zulhijah ini secara material maupun spiritual dan dalam konteks pemikiran ataupun keimanan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah bersabda yang maksudnya;

“Jika sudah memasuki hari Mina maka hari itu adalah hari dimana kita bisa makan dan minum setelah kita berpuasa, mengencangkan perut, dan berserah diri di hadapan Allah SWT.”

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan lahir dan batin sehingga kita mampu mengamalkan amal-amal kebajikan di bulan Zulhijah ini.

Amin ya rabbal ‘alamin.

*Dikutip dari Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang.