SULSELONLINE.COM Kasus baru COVID-19 di Singapura menembus angka lebih dari 5 ribu kasus pada Rabu (27/10/2021).
Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tetap waspada terhadap penularan Covid-19 sekalipun sudah divaksinasi.0
Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) melaporkan 5.324 kasus baru, dengan 10 orang meninggal karena komplikasi akibat virus Corona.
Dilaporkan Channel News Asia, para korban meninggal berusia antara 54 dan 96 tahun. MOH menyebut 9 kasus meninggal belum divaksinasi COVID-19 dan mengalami komplikasi.
“Angka infeksi luar biasa tinggi hari ini, sebagian besar karena banyak kasus positif COVID yang terdeteksi oleh laboratorium penguji dalam beberapa jam di sore hari,” tulis MOH.
“Depkes sedang melihat lonjakan kasus yang tidak biasa ini dalam waktu yang relatif singkat, dan memantau dengan cermat tren selama beberapa hari ke depan,” tambah kementerian itu.
Di antara kasus baru yang dilaporkan, 5.312 infeksi ditularkan secara lokal, terdiri dari 4.651 di masyarakat dan 661 di asrama pekerja migran. Tercatat 12 kasus adalah impor.
Hingga Rabu (27/10/2021), Singapura telah melaporkan total 184.419 kasus COVID-19 sejak awal pandemi.
Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tetap waspada terhadap penularan Covid-19 sekalipun sudah divaksinasi. Ia mengingatkan bahwa saat ini sejumlah negara yang angka vaksinasinya tinggi mengalami lonjakan kasus virus corona.
“Dari situasi global ini kita ambil pelajaran bahwa vaksinasi saja belum cukup, harus diimbangi dengan kepatuhan kita terhadap protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” kata Nadia dalam konferensi pers daring, Rabu (27/10/2021).
Berdasar laporan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) per 26 Oktober 2021, eskalasi tajam terjadi pada kasus baru Covid-19 maupun angka kematian.
Tercatat, regional Eropa berkontribusi hingga 50 persen terhadap total penambahan kasus Covid-19 baru dan 14 persen terhadap angka kematian baru.
Beberapa negara yang melaporkan kasus tertinggi di dunia di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Turki, dan Ukraina.
Kenaikan kasus itu, kata Nadia, salah satunya disebabkan oleh pelonggaran pembatasan di berbagai sektor kegiatan.
Bersamaan dengan itu, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan mengalami penurunan. “Terutama terjadinya penurunan kepatuhan terhadap kesehatan termasuk penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ungkap Nadia.
Berbeda dengan negara-negara tersebut, di Indonesia, situasi pandemi diklaim terus mengalami perbaikan.
Secara nasional terjadi penurunan kasus baru mingguan hingga 23 persen dan penurunan jumlah kematian sebesar 16 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Kendati demikian, ada 105 kabupaten/kota yang sempat mengalami kenaikan kasus.
“Kami ingin mengingatkan saat ini ada 105 kabupaten kota di 30 provinsi yang terlihat ada tren peningkatan kasus konfirmasi dalam 7 minggu terakhir,” ucap Nadia.
Belajar dari pengalaman berbagai negara, Nadia meminta masyarakat tidak lengah meski situasi pandemi di Tanah Air sudah menunjukkan perbaikan.(al)

Tinggalkan Balasan