SULSELONLINE.COM — Fraksi PAN DPR RI bakal menunjuk pengganti Yandri Susanto sebagai Ketua Komisi VIII DPR setelah pengawasan ibadah haji selesai.
Yandri resmi dilantik menjadi Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN menggantikan Zulkifli Hasan (Zulhas). Pelantikan dipimpin langsung Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Pengucapan sumpah jabatan Yandri dilakukan hari ini pada pukul 13.00 WIB, Kamis (30/6) di gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD RI.
Soal pergantian itu, Yandri mensinyalkan bahwa sudah ada nama yang dipilih. Dia hanya mensinyalkan, tokoh itu berasal dari Indonesia Timur.
“Insialnya insyaAllah dari Kawasan Timur. Ya salah satu fungsionaris PAN, dan lumayan senior di PAN, insyaAllah,” ucap Yandri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6).
Yandri menambahkan senior PAN yang dia maksud, bukan anggota Fraksi PAN yang disimpan di Komisi VIII DPR.
“Kemungkinan dari luar Komisi VIII,” pungkasnya.
Informasi yang dihimpun SulselOnline.com dari beberapa pengurus DPP PAN, nama Ashabul Kahfi yang akan menggantikan Yandri sebagai Ketua Komisi VIII.
“Insha Allah Pak Kahfi,” ujar pengurus DPP PAN yang enggan disebutkan namanya, Jumat (1/7/2022).
Profil Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi PAN periode 2019—2024 di komisi IX.
Ashabul Kahfi pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi PAN 3 periode yakni 2004—2009, 2009—2014 dan 2014—2019
Saat ini Kahfi juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN Sulsel.
Seperti dilansir kahfipan.wordpress.co lahir di Butta Toa, Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, 13 Maret 1961. Ia enamatkan pendidikan menengahnya di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah – Yogyakarta.
Setelah cukup mengenyam pendidikan di kota gudeg, Yogyakarta. Ia melanjutkan pendidikan sarjananya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar, tamat tahun 1985. Kemudian pascasarjana IAIN Alauddin tahun 1995. Program Doktor Kahfi juga diselesaikan di UIN Alauddin 2021.
Selepas kuliah, ia mengabdikan diri menjadi dosen di Almamaternya, IAIN dan Universitas Muhammadiyah Makassar. Tercatat ia pernah menjadi dekan fakultas agama Islam di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Sejak masih belia, Ashabul Kahfi sudah terlibat berorganisasi di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan menjadi Ketua IPM Cabang Tamalate (1981), Ketua Lembaga Dakwah HMI Cab. Makassar (1982-1984) dan Ketua Koordinator Komisariat IMM IAIN Alauddin (1984-1986).
Di samping terlibat dalam organisasi ekstra kampus, Kahfi juga terlibat di organisasi internal kampus dengan menjadi Ketua BKPM IAIN Alauddin (1984-1986).
Terakhir ia diamanatkan sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (2000-2003) sebelum akhirnya meminta izin karena keterlibatannya dalam pencalonan anggota legislatif di pemilu 2004.

Tinggalkan Balasan