GORONTALO — Pelaksanaan wisuda Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (28/9) menjadi sebuah momen bahagia untuk 1398 wisudawan yang berhasil meraih gelar akademik doktor, magister, profesi, sarjana dan diploma. Namun wisuda kali ini justu menjadi momen penuh air mata bagi Kurnia Rahma Sari Imo Heremba S.K.M, wisudawati program studi S1 kesehatan masyarakat.
Keinginan Kurnia untuk bisa mempersembahkan keberhasilannya meraih gelar sarjana kepada sang ibunda tidak bisa Ia lakukan. Ia tidak bisa didampingi Ibunda pada momen sakral wisuda ini dikarenakan Ibunda dari Kurnia yang datang jauh dari Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat, meninggal dunia Rabu (28/9) pukul 01.00 WITA saat dirawat di RS Bunda Kota Gorontalo.
Kesedihan dari Kurnia bahkan ikut dirasakan oleh seluruh orang yang hadir pada prosesi wisuda. Bahkan Rektor UNG Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, ikut meneteskas air mata, atas kesedihan yang dialami Kurnia saat melakukan pemindahan tali kuncir.
Secara khusus Rektor turut menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Kurnia dan keluarga yang tengah dirundung duka. Menurutnya hadir dalam prosesi wisuda dalam keadaan duka tentunya sangat berat untuk dilalui, terlebih duka tersebut dari orang tua yang merupakan support utama wisudawan dalam menempuh pendidikan di Kampus.
“Insya Allah Ibunda akan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Tetap kuat dan sabar untuk Kurnia, semoga kesuksesan akan selalu menyertaimu,” ucap Rektor yang turut diamini seluruh orang yang hadir pada kegiatan wisuda seperti dikutip dari laman resmi Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (29/9/2022).

Tinggalkan Balasan