SULSELONLINE.COM – Invasi militer Rusia ke Ukraina sudah berlangsung hampir satu tahun. Serangan perdana dilancarkan pada 24 Februari 2022.
Anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Adam Kinzinger, memberikan pernyataan kontroversial yang sangat meremehkan armada Beruang Merah.
Dilansir dari Newsweek, Kinzinger lewat akun Twitter pribadinya mengatakan jika Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hanya perlu tiga hari untuk melumpuhkan militer Rusia.
Pernyataan anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik menjadi sorotan, lantaran Ukraina bukan anggota NATO.
Meskipun di sisi lain, Amerika dan negara-negara NATO kerap memberikan bantuan senjata miliaran Dolar ke Ukraina.
“Saya berharap ini lelucon. NATO vs Rusia akan menjadi seperti operasi tiga hari yang nyata,” tulis Kinzinger di Twitter.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah lama mempersoalkan pengaruh NATO yang dianggap sebagai mengancam kedaulatan Rusia.
Bahkan, sejak beberapa bulan sebelum Perang Rusia-Ukraina. Rusia juga geram dengan sikap Amerika, Inggris dan negara-negara NATO lainnya yang terus memasok senjata ke Ukraina.
Putin menegaskan, jika tak berhenti maka Rusia akan mengambil tindakan represif yang tidak akan bisa dibayangkan.
Serangan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) ke Ukraina tak lepas dari keinginan negara itu bergabung dengan NATO. Hal ini yang menjadi dasar sejumlah negara mendesak NATO menggelar operasi militer melawan Rusia. Rusia dianggap melanggar Pasal 5 Piagam NATO, yang berisi tentang ancaman atau serangan terhadap salah satu negara anggota, maka dianggap ancaman bagi seluruh aliansi.
Presiden AS, Joe Biden, di sisi lain memastikan pihaknya tidak akan berperang terbuka melawan Rusia.
Biden mengatakan Amerika akan mendukung Ukraina dengan pasokan keuangan dan senjata.
Hal ini jelas menjadi perbedaan tajam dengan keinginan Kinzinger. “Tidak, kami mengirimkan materi seperti yang kami miliki (sejumlah) miliaran Dolar,” ucap Biden dikutip VIVA Militer dari Daily Mail.(*)

Tinggalkan Balasan