SULSELONLINE.COM – Mantan Bupati Kabupaten Maros Ir HM Hatta Rahman MM ternyata sudah tidak lagi di PAN sejak Desember 2022.

Kini ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Wilayah PPP Sulsel. Salah satu tugasnya yakni menyusun dan menetapkan nama Caleg PPP Sulsel pada Pemilu 2024

Bupati Maros dua periode (2010 – 2021) ini meninggalkan PAN karena tak lagi dilibatkan dalam kegiatan partai dan akhirnya menyampaikan surat pengunduran diri kepada pimpinan PAN sejak 29 Desember 2022.

“Sudah lama saya mundur dari PAN, sejak 2022. Saya mundur karena merasa tidak lagi dibutuhkan oleh PAN, setiap ada acara PAN saya tidak pernah lagi diundang,” kata Hatta Rahman, Senin (3/4/2023).

Hatta menuturkan, sejak tidak lagi menjabat Bupati Maros, komunikasi dengan partai yang dibesarkannya itu terputus begitu saja.

“Jadi saya anggap PAN hanya menghargai kadernya yang punya jabatan saja, setelah tak menjabat, tidak ada lagi penghargaan, kita dilupakan begitu saja,” ujar mantan Ketua DPD PAN Maros tiga periode itu.

Hatta lalu bergabung dengan PPP usai mendapatkan petunjuk usai melaksanakan ibadah umroh dan berdoa di Kakbah.

“Saat umroh, saya berdoa di Kakbah, pas di depan Multazam. Saya minta agar Allah menuntun saya memilih jalan yang terbaik. Waktu itu saya umroh sebelum memasuki bulan ramadan,” ungkapnya.

Kembali ke tanah air, lanjut Hatta, Ketua PPP Maros, Hasmin Badoa, menghubunginya, bahwa pimpinan wilayah PPP Sulsel, Muhammad Fauzan AU, ingin bersilaturahmi ke kediamannya, di Maccopa, Maros.

Ternyata, dalam pertemuan silaturahmi itu, Pimpinan PPP Sulsel mengajak Hatta Rahman bergabung dengan PPP dan menawari menjadi calon legislatif (Caleg) yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) Sulsel 2 meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Kota Parepare, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai dan Bulukumba.

Mendapat tawaran tersebut, Hatta meminta waktu untuk berpikir sekaligus berbicara dulu dengan keluarga besarnya untuk meminta masukan.

“Saat ditawari jadi caleg, saya tidak langsung memutuskan, tapi saya minta waktu untuk bicara dengan keluarga sekaligus istikharah dulu untuk mendapatkan petunjuk,” ujar Hatta mengutp menitindonesia,com.

Beberapa hari kemudian, Wakil Ketua Umum PPP, Dr H Amir Uskara, didampingi Ketua PPP Sulsel, Muhammad Fausan dan Ketua PPP Maros, Hasmin Badoa, kembali mendatangi kediaman Hatta.

“Kami merasa sangat dihargai oleh PPP dan semua keluarga juga mendukung. Saya juga merasa inilah jawaban dari doa saya di depan Kakbah. Saya mantapkan hati bergabung. Apalagi saya sudah bukan lagi kader PAN, sudah lama jomblo dari parpol sejak mundur,” jelasnya.

Setelah sepakat, lanjut Hatta, dirinya pun langsung diangkat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Wilayah PPP Sulsel dan diberikan peran dalam penyusunan Caleg PPP untuk menghadapi Pemilu 2024.

Dapil Nereka

Di daerah pemilihan  Sulsel 2, ada sejumlah tokoh berlatar kepala daerah dan wakil kepala daerah digadang-gadang akan maju bertarung.

Syahrul Yasin Limpo pernah menjadi caleg di dapil ini namun gagal lolos ke Senayan.

Partai Golkar menugaskan sejumlah kader-kader terbaiknya maju bertarung calon anggota legislatif (caleg) DPR RI di Dapil Sulsel II.

Beberapa nama diantaranya punya pengalaman sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Andi Fahsar punya pengalaman tiga kali memenangkan Pilkada Bone, satu kali sebagai wakil bupati, dan dua kali sebagai bupati.

Pada Pilkada Bone 2018 lalu, pasangan Andi Fahsar Padjalangi – Ambo Dalle meraih 232.955 suara atau menguasai 63,04 persen suara.

Bone merupakan daerah dengan penduduk terbesar kedua di Sulsel setelah Kota Makassar.

Selanjutnya ada Wali Kota Parepare sekaligus Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe.

Taufan Pawe punya pengalaman dua kali kali menang Pilkada Parepare.

Di Pilkada Parepare 2018, Taufan Pawe meraih 39.966 suara.

Mantan Bupati Pangkep periode 2010-2015 dan 2016-2021 Syamsuddin A Hamid turut meramaikan rivalitas beringin.

Syamsuddin A Hamid punya pengalaman dua kali menang Pilkada Pangkep. Ia juga pernah menjabat Ketua DPD II Golkar Pangkep.

Pada Pemilu 2019 lalu, Syamsuddin berhasil mengantar putranya, Sofyam Syam terpilih anggota DPRD Sulsel.

Partai Golkar adalah jawara di Dapil Sulsel 2. Beringin rindang meraih 2 kursi pada Pemilu 2019 lalu; Supriansa Mannahawu dan Andi Rio Idris Padjalangi.

Dapil Sulsel 2 sering dijuluki dapil nereka oleh para elite politik Sulsel.

Supriansa Mannahawu pernah menjabat Wakil Bupati Soppeng pada 2016 hingga 2018 lalu mendampingi Andi Kaswadi Razak.

Selain para tokoh berlatar kepala daerah itu, Golkar juga menugaskan sejumlah kader-kader terbaiknya.

Nurdin Halid bukanlah wajah baru. Ia pernah terpilih anggota DPR RI periode 1999-2004 silam.

Pada Pemilihan Gubernur Sulsel atau Pilgub Sulsel 2018 lalu, Nurdin Halid bersama Aziz Qahhar Mudzakkar meraih 1.162.751 suara.

Sementara itu, Partai Gerindra dan Partai Nasdem juga sejatinya memiliki kepala daerah dan wakil kepala daerah di Dapil Sulsel II.

Kader Gerindra yang menjabat kepala daerah yaitu Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, dan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Wakil Bupati Barru Aksa Mappe.

Namun sejauh ini, Partai Gerindra belum merilis ke publik nama-nama bakal calon anggota legislatif untuk Pemilu 2024. Demikian mengutip tribun-timur.com.(*)