SULSELONLINE.COM – Event pariwisata, budaya, dan kuliner “F8” akan kembali di gelar Pemerintah Kota Makassar pada 23-27 Agustus 2023.
Kegiatan bertema “Next Gen” ini menargetkan transaksi selama acara tembus hingga Rp 50 miliar.
F8 Makassar akan menampilkan delapan sub sektor ekonomi kreatif, seperti Food and Fruit, Fashion, Fiction Writers, Fine Art, Fusion Music, Film, Folks, dan Flora Fauna.
PT Festival Delapan Indonesia selaku penyelenggara menargetkan jumlah transaksi tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya.
“Tahun lalu transaksi kita Rp 34 miliar, kita target tahun ini meningkat menjadi Rp 50 Miliar. Animonya luar biasa,” ujar Direktur PT Festival Delapan Sofyan Setiawan dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.
Sofyan mengatakan hal itu akan didukung dengan 150 booth yang disediakan untuk pelaku UMKM selama 5 hari berturut-turut. Kehadiran UMKM dalam acara ini, kata dia, bisa berdampak besar pada perputaran ekonomi.
“Makassar F8 ini kita lihat selalu potensinya luar biasa, memberikan dampak yang baik. UMKM harus selalu hadir di setiap event. Perputaran ekonomi lima hari nanti akan besar sekali apalagi setelah pandemi seperti ini,” ucapnya.
Dia mengatakan UMKM berkontribusi dalam besaran transaksi selama pelaksanaan acara yang masuk dalam Top 10 Kalender Event Nasional Wonderful Indonesia ini. Adapun tarif masuk event ini senilai Rp 20.000 untuk menikmati seluruh area F8 Makassar, termasuk konser yang diadakan.
“Makassar F8 menjadi kebanggaan tersendiri untuk Kota Makassar karena perhelatan akbar telah diakui bertahun-tahun secara nasional. Sesuai tema ini menjadi warisan budaya buat generasi Z,” ucapnya.
Pada pelaksanaan F8 tahun ini juga mengajak masyarakat berkomitmen menjaga lingkungan dengan membawa 2 botol kosong. Dua botol kosong tersebut dapat ditukar di tempat registrasi untuk mendapatkan diskon 50 persen tiket masuk.
“Jadi cukup bayar 10 ribu asal bawa botol kosong 2 botol. Ini komitmen terhadap isu lingkungan. Kita mengajak masyarakat menjaga alam,” tuturnya.
Selain itu, F8 Makassar juga akan menghadirkan 5 desainer internasional, di antaranya dari negara Singapore, Thailand, Philipina, dan Laos. Kelima desainer itu disebut akan berkolaborasi dengan desainer-desainer lokal demi menampilkan maha karya luar biasa di bidang fashion.
“Jadi ciri khasnya negara-negara yang lima itu akan ditampilkan di panggung F8. Kita liat kolaborasinya dengan designer lokal yang khas dengan batik lontaranya,” ujarnya.
Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya akan menerapkan parkir insidentil. Saat perhelatan Makassar International Eight Festival and Forum atau F8.
Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Yulianti Tomu, mengatakan belum memastikan tarif biaya parkir F8.
Namun yang pasti, jika merujuk pada tahun sebelumnya, tarifnya mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.
“Saya juga belum berhitung apa nilainya sama dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu itu Rp10 ribu untuk mobil dan Rp5 ribu untuk motor,” ungkapnya saat ditemui di Anjungan Pantai Losari Makassar beberapa hari lalu.
Yulianti bilang, pihaknya akan menerbitkan karcis khusus. Juga kartu pengenal khusus untuk juru parkir (jukir).
Soal titik parkir, pihaknya juga belum memastikan. Karena akan disesuaikan dengan pihak terkait lainnya.
“Kalau ditanya jumlah titik parkir, tergantung dari koordinasi rekayasa lalu lintas. Dinas Perhubungan dan Dirlantas Polretabes. Kalau sudah ada penentuannya baru bisa kita tentukan,” terangnya.
Selain itu, titik parkir juga bergantung tata letsk lokasi event. Misalnya akan menyesuaikan dengan pintu masuk. (*)

Tinggalkan Balasan