SULSELONLINE.COM – Pemerintah Kota Makassar akan mengganti nama Jalan Cenderawasih menjadi Jalan Opu Daeng Risaju.

Namun tidak semua berubah. Cendrawasih bagian utara mulai dari perempatan Jalan Pajonga Dg Ngalee (Kakatua) hingga Jalan Haji Bau namanya akan diubah menjadi Jalan Opu Daeng Risaju.

Sementara Jalan Cendrawasih Selatan mulai dari Jalan Pajonga Dg Ngalle hingga Jalan Dangko namanya tetap Jalan Ncedrawasih.

Opu Daeng Risaju merupakan salah satu pahlawan asal Luwu, Sulsel.

Peresmian nama jalan Opu Daeng Risaju akan dilakukan pada 22 Agustus mendatang.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Makassar Aswin Harun mengatakan, tujuan dari perubahan nama jalan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pahlawan yang telah berjasa untuk negeri.

Perubahan nama jalan ini juga berhubungan dengan nama-nama jalan di sekitar wilayah tersebut berasal dari nama pahlawan.

“Pertimbangannya disitu karena selain jalan Cenderawasih jalan kewenangan Makassar, itu juga saling berhubungan dengan nama pahlawan, karena banyak nama pahlawan disitu seperti Haji Bau, Mappanyukki, Padjonga Daeng Ngalle dan lain-lain, jadi saling berhubungan dengan nama pahlawan,” jelasnya.

Rencananya, persemian akan dilakukan oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

“Pak wali menginginkan tanggal 22 dilaksanakan launching atau peresmian perubahan nama jalan, dari Jalan Cenderawasih menjadi jalan Opu Daeng Risaju,” ucapnya belum lama ini.

Nantinya, Pemkot Makassar juga akan mengundang Bupati Luwu untuk hadir dalam peresmian tersebut.

Sebagaimana diketahui, Opu Daeng Risaju merupakan salah satu pahlawan asal Kabupaten Luwu.

“Pak wali akan undang kepala daerah dari Luwu, kebetulan Opu Daeng Risaju pahlawan dari Luwu, makanya ini untuk  memberikan penghargaan kepala daerahnya untuk hadir menyaksikan,” katanya.

Kendati demikian, Aswin mengatakan nama Jl Cendrawasih tidak semuanya akan diubah.

Jalan Opu Daeng Risaju hanya berjarak sepanjang 2,4 atau 2,6 kilometer.

Dimulai dari Jl Haji Bau sampai dengan perempatan Jl Padjonga Daeng Ngalle.

“Jadi dari Jl Padjonga Daeng Ngalle sampai Jl Cendrawasih Ujung tetap namanya jalan Cendrawasih,” katanya mengutip teribun-timur.

Semenjak menjabat wali kota, Danny Pomanto ini, sudah ada tiga nama jalan yang berubah.

Antara lain Jl Landak berubah menjadi Jl  Andi Djemma, kemudian Jl Kakaktua berubah menjadi Jl Padjonga Daeng Ngalle, terakhir Jl Cendrawasih menjadi Jl Opu Daeng Risaju.

Diketahui, Opu Daeng Risadju ialah pejuang wanita asal Sulsel yang menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

Opu Daeng Risadju memiliki nama kecil Famajjah.

Opu Daeng Risadju merupakan gelar kebangsawanan Kerajaan Luwu yang disematkan pada Famajjah yang memang merupakan anggota keluarga bangsawan Luwu.

Sosok Opu Daeng Risaju

Siapa Opu Daeng Risaju?

Nama Opu Daeng Risaju kini resmi menjadi nama jalan di Makassar.

Jl Opu Daeng Risaju menggantikan nama Jl Cendrawasih.

Pergantian nama Jl Cendrawasih menjadi Jl Opu Daeng Risaju akan diresmikan, Selasa (22/8/2023).

Sebelumnya Danny Pomanto juga telah mengganti nama Jl Landak Baru pada tahun 2017.

Nama Jl Landak Baru diganti menjadi Jl Andi Djemma.

Andi Djemma merupakan nama pahlawan asal Luwu.

Lalu siapa Opu Daeng Risaju?

Opu Daeng Risaju adalah salah satu pahlawan asal Luwu, Sulawesi Selatan.

Ia lahir di Palopo pada tahun 1880.

Opu Daeng Risaju memiliki nama asli Famajjah.

Selama hidupnya, Opu daeng Risaju selalu menentang keberadaan penjajah Belanda meski usianya telah senja.

Opu Daeng Risaju atau Famajjah merupakan anak dari pasangan Muhammad Abdullah To Baresseng dan ibunya Opu Daeng Mawellu.

Keduanya merupakan keturunan bangsawan Luwu.

Sejak kecil, Famajjah sudah dibiasakan membaca Al-Quran sampai tamat 30 juz.

Selain itu, dirinya juga mempelajari fiqih dari buku yang ditulis oleh salah satu tokoh penyebar agama Islam di Sulawesi Selatan, Khatib Sulaweman Datung Patimang.

Setelah beranjak dewasa, Famajjah dinikahkan dengan H Muhammad Daud, seorang ulama yang pernah tinggal di Mekkah dan merupakan anak dari teman dagang ayahnya.

H Muhammad Daud kemudian diangkat menjadi imam masjid istana Kerajaan Luwu.

Sejak saat itu nama Famajjah bertambah gelar menjadi Opu Daeng Risadju.

Awal perjuangan Pada tahun 1905, Belanda berhasil menguasai Kerajaan Luwu, sehingga Opu Daeng Risaju dan suaminya harus meninggalkan Kota Palopo dan memilih menetap di Pare-Pare.

Di Parepare, Famajjah aktif sebagai anggota Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).(*)