SULSELONLINE.COM – Sebelum ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso telah membuat janji tertulis untuk memberikan kemenangan Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 khususnya di Wilayah Sorong.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku tidak mengetahui adanya pakta integritas soal dukungan Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso untuk kemenangan Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Komisi Antikorupsi menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya pada Minggu (12/11/2023) malam. KPK menangkap enam orang termasuk Penjabat (Pj) Bupati Sorong, Yan Piet Mosso.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan pandangan berbeda terkait pakta integritas dukungan Pj Bupati Sorong Yan Piet Moso kepada calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.
Mahfud MD yang juga calon wakil presiden (cawapres) dari Ganjar ini menyebut, pakta itu terbit pada bulan Agustus, atau saat Ganjar belum resmi menjadi capres yang diputuskan KPU. “Itu kan bulan Agustus, belum ada calon-calon resmikan bahasanya,” kata Mahfud saat ditemui di Inews Tower, Jakarta, Selasa (14/11/2023).
Menurut Mahfud, perihal pakta integritas itu tidak terkait ranah hukum.
Dia juga menyebut hal itu tidak mencoreng netralitas aparatur sipil negara (ASN). “Enggak juga (mencoreng netralitas ASN),” ucap dia mengutip kompas.com.
Adapun pakta yang dimaksud sempat beredar dalam grup wartawan. Dalam pakta integritas itu dituliskan Yan Piet Moso selaku Pj Bupati Sorong menyatakan sejumlah poin salah satunya siap mencari dukungan di Kabupaten Sorong kepada Ganjar pada Pilpres 2024.
Pakta itu ditandatangni langsung oleh Yan Piet Mosso dan Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua Barat, Brigjen TNI TSP Silaban pada Agustus 2023.
Berikut isi pakta tersebut:
1. Mendukung dan melaksanakan penuh keberhasilan program pemerintah pusat di wilayah Kabupaten Sorong.
2. Tidak melakukan tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
3. Menolak sepenuhnya segala kegiatan yang bersifat separatisme serta aktivitas pergerakan Papua Merdeka di wilayah.
4. Siap mencari dukungan dan memberikan kontribusi suara pada Pilpres 2024, minimal 60 persen + 1 untuk kemenangan Ganjar Pranowo sebagai presiden Republik Indonesia di Kabupaten Sorong.
5. Bersedia menjaga kerahasiaan sepenuhnya berkaitan pembuatan pakta integritas ini.

Tinggalkan Balasan