SULSELONLINE.COM – Karena belum mengajukan cuti ke Kementerian Dalam Negeri, kader PDIP yang juga Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, tidak ikut pada kampanye akbar Capres Ganjar Pranowo di Hotel UpperHills, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (30/1) siang.
Ganjar hanya didampingi pengurus PDIP Sulsel dan juga beberapa pengurus partai pengusung lainnya.
Mengenai ketidakhadiran Danny di acara kampanye akbar tersebut, Ganjar mengaku akan menelusurinya.
“Nanti saya cek ke Wali Kota Makassar (Danny Pomanto),” kata Ganjar.
Eks Gubernur Jateng ini mengatakan, tindakan intervensi yang didapatkan sejumlah kepala daerah merupakan bentuk pembungkaman demokrasi. Meski begitu, ia meyakini TNI-Polri dan ASN bisa bersikap netral.
“Saya meminta betul tidak ada intervensi, jangan ganggu demokrasi,” tegasnya mengutip tribun-timur.com.
“Maka saya orang yang percaya betul TNI-Polri, ASN pasti bisa menjaga itu. Dan apa yang disampaikan kepala daerah, ASN, TNI-Polri netral lah, pegang lah itu baik-baik,” tandasnya.
Sementara Danny Pomanto mengatakan, dirinya absennya dalam acara ini karena ia masih menjabat kepala daerah.
“Enggak bisa (hadiri kampanye akbar Ganjar). Kita ini kepala daerah, harus baik untuk semua” kata Danny.
Apabila Danny Pomanto akan menghadiri kampanye maka ia harus mengajukan cuti ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Tak hanya itu, juga membutuhkan waktu cukup lama pengurusan cuti di Kemendagri.
Sementara pemberitahuan acara kampanye di Makassar dalam waktu sangat singkat.
Selain itu, kampanye akbar sebelumnya dijadwalkan di GOR Sudiang juga dipindahkan.
Sebab bertepatan kampanye Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dihadiri Kaesang Pangarep.
Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Sulsel, Udhin Malik Syahaputra mengatakan, Danny absen dalam rangka menjaga netralitas.
Sebelumnya, setelah Anies Baswedan, giliran calon Presiden (Capres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo yang datang menyambangangi Kota Makassar untuk berkampanye.
Ganjar berkampanye di Hotel UpperHills, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (30/1).
Ini adalah kali keempat Capres dari PDIP ini hadir di Makassar. Sebelumnya Ganjar hadir di Makassar untuk menghadiri National Leadership Camp dalam rangka Silaknas Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Kampus Unhas, Kota Makassar, 4 November 2023 lalu.
Kampanye ini bertema ‘Hajatan Rakyat’. Acara ini dihadiri ribuan simpatisan paslon nomor urut tiga. Mereka memadati convention hall hotel tersebut beberapa jam sebelum Ganjar tiba.
Ketika Ganjar tiba, teriakan Ganjar Presiden menggema di seluruh ruangan. Teriakan tersebut disambut dengan lambaian tangan dari mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Pada kesempatan tersebut Ganjar mendapatkan pesan dari simpatisan.
Uniknya, pesan tersebut disampaikan oleh simpatisan melalui kalimat yang ditulis di bagian punggung baju yang dikenakan Ganjar Pranowo.
Seorang simpatisan, Ongki menulis harapannya Indonesia bisa lebih maju di tahun-tahun mendatang.
“Indonesia Maju,” tulis Ongki di punggung Ganjar Pranowo.
Mendapatkan pesan tersebut, Ganjar menyatakan hal itu merupakan harapan besar dari masyarakat. Ia bilang pesan tersebut akan dijalankannya saat menjadi Presiden di 2024 nanti.
Ganjar berkata, untuk membawa Indonesia Maju persoalan lainnya yang harus diperbaiki adalah masalah ekonomi.
Apalagi, dari beberapa wilayah yang sudah dikunjungi persoalan lapangan pekerjaan masih menjadi problem utama.
“Dalam praktiknya masih banyak dipersoalkan tentu masalah ekonomi, di banyak titik di tempat yang saya temui di Indonesia timur untuk menciptakan lapangan kerja, kesetaraan,” tutur Ganjar.
Karena itulah, Ganjar berjanji pesan yang didapatkannya dari masyarakat Makassar itu akan ditampungnya dan nanti akan diberikan solusi.
Terkait dengan kampanye dan peluang suara di luar negeri, Ganjar mengatakan, hasilnya lumayan baik.
”Yang dulu pendukung Pak Jokowi sebagian besar pindah ke saya. Itu sudah berjalan sejak 1,5 tahun yang lalu. Kemarin kami melihat Amerika, Jerman, Belanda, Australia, Tiongkok, ASEAN, Arab Saudi, hampir setiap saat meminta Zoom. Saya bangga, terharu, karena mereka membawa pesan politik,” katanya.
Usai berorasi di Upperhils selama kurang lebih 30 menit, Ganjar menemui pengusaha rumahan pembuatan kue tradisional di Buntusu (BTP).
Di sana, Ganjar berdialog dengan warga yang membuat kue tradisional khas Makassar yaitu jipang.
Masalah Korupsi
Dalam kampanyenya di UpperHills Convention Hall, Jl Metro Tj Bunga, Makassar, Selasa (30/1/2024) siang, Ganjar menyoroti keluhan masyarakat terkait tiga permasalahan.
Tiga persoalan tersebut yakni, harga beras yang mahal, kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, dan masalah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang masih terjadi.
“Dalam interaksi dengan masyarakat, saya sering mendengar keluhan-keluhan terkait masalah ekonomi seperti harga beras yang terus melonjak, sulitnya mendapatkan pekerjaan, dan juga praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang merugikan,” ujar Ganjar Pranowo.
“Dan itu mesti kita sikat, dengarkan keluhan yang lain dengan persoalan lokal,” tambahnya.
Dalam menghadapi tantangan ini, Ganjar Pranowo berkomitmen soal tiga hal penting itu kepada masyarakat.
Namun, dia meminta pendukungnya untuk mengajak untuk bertemu dengan rakyat setiap hari hingga tanggal 14 Februari 2024.
Ganjar menekankan pentingnya mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh masyarakat dalam setiap interaksi.
“Ketika teman-teman bertemu dengan masyarakat, pastikan telinga kita, hati kita, pikiran kita, konsentrasi kepada rakyat,” tegas Ganjar Pranowo mengutip tribun-timue.com.
Dengan memberikan perhatian penuh kepada aspirasi dan keluhan masyarakat, Ganjar berharap dapat memperkuat koneksi dengan rakyat dan memahami secara langsung tantangan yang mereka hadapi.
Langkah ini diharapkan Ganjar agar dapat membantu dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan