SULSELONLINE.COM — Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere Makassar dikeluhkan pedagang lantaran tidak aman.

Dagangan milik warga pelelangan kerap dicuri oleh oknum.

Hal itu diungkap oleh Legislator DPRD Makassar Ray Suryadi Arsyad saat menyampaikan hasil reses di Rapat Paripurna DPRD Makassar, Selasa (30/4/2024).

Dikonfirmasi terkait itu, Ray Suryadi mengatakan, pencurian ikan maupun hasil laut lainnya mencapai satu sampai dua kasus tiap pekan.

Pencurian ini pun dinilai sangat merugikan pedagang, apalagi satu box (gabus) berkisar di harga Rp1 juta.

Sementara rata-rata jualan pedagang yang dicuri mencapai 2 sampai tiga gabus.

“Pencurian disana terjadi hampir tiap minggu 1-2 kasus, masyarakat di sana terutama penjual kehilangan banyak, kalau satu gabus diangka Rp1 juta dikali 2-3 gabus itu modal mereka untuk berdagang, artinya mereka rugi,” ungkap Rayu Suryadi Arsyad.

Legislator Fraksi Partai Demokrat Makassar ini sangat menyayangkan kejadian ini, diduga oknum merupakan orang luar atau bukan berasal dari warga TPI Paotere.

Olehnya itu, keamanan TPI Paotere kata Ray perlu ditingkatkan.

Dinas terkait seperti Dinas Perikanan dan Pertanian serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) perlu memberikan perhatian khusus.

Ray berharap, Diskominfo menambah CCTV dengan kualitas baik untuk memperketat keamanan pelelangan.

“Ada CCTV tapi tidak memadai, kalau bisa 36 titik di wilayah TPI supaya bisa detail dan kualitasnya full HD bukan yang abal-abal,” harapnya.

Dinas Perikanan dan Pertanian juga diharapkan memaksimalkan keamanan TPI Paotere dengan bekerjasama dengan aparat kepolisian maupun TNI.

Apalagi, ada alokasi anggaran keamanan dan kebersihan TPI Paotere Rp100 juta per tahun di DP2.

“Saya harap lewat UPTD pelelangan segera mungkin mengimplementasikan kelompok pengamanan. Apakah minta bantuan polisi atau TNI untuk stay dan diberikan insentif per bulan dari anggaran Rp100 juta itu,” tutupnya. (*)