SULSELONLINE.COM — Nama politisi Ashabul Kahfi tentu sudah tidak asing lagi di dunia politik tanah air.

Selain sebagai kader senior dari Partai Amanat Nasional (PAN), pria yang akrab disapa Kahfi ini juga merupakan anggota DPR RI.

Kahfi bersama 579 anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029 akan dilantik pada Selasa (1/10/2024).

Pelantikan dan pengucapan sumpah anggota DPR RI periode 2024-2029 digelar di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat.

Periode lalu Kahfi didaulat oleh partainya menduduki posisi Ketua Komisi VIII DPR RI.

Komisi VIII DPR RI mempunyai ruang lingkup tugas di bidang agama, sosial, kebencanaan, dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Mitra kerja Komisi VIII DPR RI di antaranya Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Amil Zakat Nasional, Badan Wakaf Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dan Badan Pengelola Keuangan Haji.

Profil Ashabul Kahfi

Ashabul Kahfi adalah politikus senior PAN. Sebelum menjadi anggota DPR RI, Ashabul Kahfi sudah pernah tiga periode menjadi pimpinan DPRD di Sulawesi Selatan.

Ashabul Kahfi juga tercatat sudah empat periode menjabat sebagai ketua DPW di Sulsel.

“Kalau pengalaman mengurus partai, ya sudah sangat cukup. Meski tegas dan sigap, beliau ini orangnya sabar. Enak diajak bicara dan diskusi,” kata Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay kepada wartawan, Rabu (20/7/2022) lalu.

Selain itu, Kahfi dikenal sebagai aktivis sejak masih mahasiswa. Dia adalah kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Pengalamannya sebagai pengurus organisasi masyarakat tentu tidak diragukan lagi.

“Pak Kahfi itu adalah kader Muhammadiyah. Almarhum ayahnya adalah Kiai Muhammadiyah yang sangat disegani. Kalau di Sulsel, insya Allah sudah sangat terkenal,” ujarnya.

Ashabul Kahfi, mulai maju dalam Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 untuk kursi DPR RI. Kahfi maju di Daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan I.

Dapil I, meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar. Kahfi mendapat nomor urut 1 di partai besutan Zulkifli Hasan.Pada pileg 2024 lalu, Kahfi mendapat nomor urut 1.

Dalam wawancaranya dengan tribuntimur.com, Kahfi mengaku mulai terjun ke dunia politik tahun 2004.

Di tahun yang sama, dia mencoba mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Sulsel dan terpilih.

Pada pemilihan berikutnya, 2009 dan 2014, Kahfi masih diberikan amanah hingga 2019 sebagai anggota legislatif.

“Selama hampir kurang lebih 15 tahun saya mengabdi untuk memperjuangkan aspirasi rakyat melalui DPRD Sulsel, dan 5 tahun melalui DPR RI” kata Kahfi.

Dilansir kahfipan.wordpress.co, Ashabul Kahfi lahir di Butta Toa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, 13 Maret 1961.

Ia menamatkan pendidikan menengahnya di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Yogyakarta.

Setelah cukup mengenyam pendidikan di kota gudeg, Yogyakarta, ia melanjutkan pendidikan sarjananya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar dan tamat tahun 1985.

Kemudian pascasarjana IAIN Alauddin tahun 1995.

Kahfi juga merupakan alumni Program Doktor ke-931 di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Selepas kuliah, ia mengabdikan diri menjadi dosen di Almamaternya, IAIN dan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tercatat ia pernah menjadi dekan fakultas agama Islam di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sejak masih belia, Ashabul Kahfi sudah terlibat berorganisasi di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan menjadi Ketua IPM Cabang Tamalate (1981), Ketua Lembaga Dakwah HMI Cabang Makassar (1982-1984), dan Ketua Koordinator Komisariat IMM IAIN Alauddin (1984-1986).

Di samping terlibat dalam organisasi ekstra kampus, Kahfi juga terlibat di organisasi internal kampus dengan menjadi Ketua BKPM IAIN Alauddin (1984-1986).

Terakhir ia diamanatkan sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (2000-2003) sebelum akhirnya meminta izin karena keterlibatannya dalam pencalonan anggota legislatif di pemilu 2004.

Karir Politik

Karir politiknya dimulai dari keterlibatannya dalam deklarasi Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan diawal-awal PAN berdiri.

Kemudian menjadi carateker gerakan muda PAN.

Ia pun menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan (2005-2010).

Di samping sebagai Ketua PAN, ia tercatat menjadi salah satu Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan masa bakti (2004-2009).

Periode 2009-2014,  ia kembali dipercaya menjadi salah satu pimpinan di DPRD Sulawesi Selatan.