SULSELONLINE.COM — Calon Wali Kota Makassar nomor urut 2, Andi Seto Asapa, terus menunjukkan komitmennya untuk selalu dekat dengan masyarakat melalui kegiatan Safari Subuh yang konsisten ia lakukan.

Pagi ini, Senin 14 Oktober 2024, Andi Seto beserta rombongan melaksanakan Safari Subuh di Masjid Babussalam, Borong Raya, Kecamatan Manggala.

Kehadirannya didampingi oleh para relawan, anggota DPRD terpilih Kota Makassar, Kasrudi, serta Ustadz Harle yang menjadi pendamping setia dalam setiap kegiatan Safari Subuh.

Setelah sholat berjamaah, Ustadz Harle memberikan ceramah yang menyejukkan hati jamaah. Topik yang dibawakan adalah tentang tanda-tanda wafat dalam keadaan khusnul khotimah, atau meninggal dunia dalam keadaan baik menurut ajaran Islam.

Ustadz Harle menjelaskan bahwa ada beberapa tanda yang sering kali menjadi isyarat seseorang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Beberapa di antaranya adalah wajah yang tetap cerah dan damai, mulut yang tersenyum, serta kondisi tubuh yang masih lembut.

Ustadz Harle juga menyebutkan bahwa meninggal dalam keadaan sedang melakukan ibadah atau saat menjalankan perintah Allah, seperti sholat, adalah salah satu tanda utama seseorang berpulang dengan husnul khotimah.

Selain itu, Ustadz Harle juga memberikan penjelasan mengenai tata cara memandikan jenazah sesuai dengan tuntunan agama Islam.

Langkah-langkah rinci, mulai dari niat hingga doa-doa yang dibaca saat prosesi memandikan, diceritakan dengan detail oleh ustadz Harle.

Jamaah tampak khusyuk mendengarkan, karena tema ini sangat relevan dan menjadi bekal penting bagi setiap muslim untuk memahami proses akhir kehidupan dengan cara yang benar.

Setelah ceramah usai, Andi Seto menyempatkan diri untuk berbaur dengan jamaah. Beliau menyapa satu per satu, menyalami mereka dengan hangat, serta mengobrol ringan tentang kehidupan sehari- hari dan harapan warga terhadap masa depan Kota Makassar.

Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terlihat jelas saat Andi Seto berbincang dengan warga. Jamaah pun tampak antusias mendekati sosok yang selalu terbuka mendengarkan aspirasi mereka ini.

Tidak hanya berhenti di masjid, kegiatan pagi Andi Seto berlanjut di Warkop Azzahra yang berlokasi di Jalan Abdullah Daeng Sirua, salah satu tempat favoritnya untuk bersantai setelah Safari Subuh.

Ditemani oleh Kasrudi, relawan, dan Ustadz Harle, Andi Seto memesan kopi hitam kesukaannya yang ditemani telur setengah matang dalam gelas, serta makanan khas Makassar, jalangkote.

Meskipun terlihat sederhana, momen ini sangat bermakna. Obrolan santai yang tercipta di meja kopi tersebut membahas berbagai hal penting.

Andi Seto dan rombongan berbicara mengenai aspirasi masyarakat yang telah mereka himpun melalui dialog-dialog di berbagai titik di Kota Makassar. Mereka juga menyoroti perkembangan politik terbaru di kota ini, yang semakin hangat seiring dengan semakin dekatnya pemilihan walikota.

Diskusi di warkop ini pun menjadi ajang evaluasi dan perencanaan, bagaimana memperkuat strategi untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat, menyerap aspirasi, dan mencari solusi yang tepat untuk kebutuhan kota.

Sebagai calon walikota, Andi Seto tak hanya berusaha membangun hubungan yang baik dengan masyarakat melalui kegiatan politik formal, tetapi juga dengan mendekati mereka di momen-momen sederhana seperti Safari Subuh dan ngopi pagi.

Kegiatan-kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Andi Seto tidak pernah lelah untuk terus mendengar, berdialog, dan berusaha membawa perubahan nyata untuk masa depan Kota Makassar yang lebih baik.

Program Prioritas Seto-Rezki:

Selain mendengarkan aspirasi warga, Andi Seto juga memaparkan program-program unggulan yang diusung oleh pasangan Seto-Rezki dengan visi Makassar Nyaman. Berikut enam program prioritas mereka:

1. Nyaman Bersekolah

– Seragam dan perlengkapan sekolah gratis.

– Bantuan beasiswa pendidikan, termasuk untuk guru dan mahasiswa.

2. Nyaman Menikmati Fasilitas Kesehatan

– Pelayanan kesehatan berbasis KTP.

– Penyediaan rumah singgah bagi pasien dari pulau.

– Peningkatan pelayanan di Puskesmas dan rumah sakit melalui digitalisasi.

– Penambahan tiga rumah sakit daerah.

3. Nyaman Berusaha, Berbisnis, dan Bekerja

– Pusat pelatihan UMKM di setiap RW.

– Bantuan modal usaha dan pendampingan.

– Penciptaan lapangan kerja baru.

– Kemudahan pelayanan publik, seperti perizinan, KTP, dan Kartu Keluarga.

– Digitalisasi sistem pemerintahan.

– Insentif RT/RW sebesar Rp2 juta per bulan.

4. Nyaman di Lingkungan Rumah

– Bebas iuran sampah.

– Peningkatan keamanan lingkungan.

– Penambahan Satgas Kebersihan.

– Pembagian bansos yang transparan dan merata.

5. Nyaman Berkendara

– Penguraian kemacetan dan Smart Parking System.

– Pembangunan jalur pedestrian ramah publik.

– Pembenahan infrastruktur jalan.

– Transportasi massal yang nyaman dan murah.

6. Nyaman Beribadah

– Penyediaan sarana ibadah bagi semua agama.

– Pelaksanaan ibadah Umroh, Vatikan, China, dan India.

– Dakwah bulanan untuk semua agama.

– Insentif bagi pelaku agama.

– Peringatan hari besar keagamaan.