SULSELONLINE.COM — Pengurus Partai Golkar dan kader Partai Golkar tidak dengan sendirinya selalu sejalan di pilkada. Pada Pilkada Makassar 2024, pengurus DPD Golkar Kota Makassar mendukung Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika (MULIA). Sedangkan kader Partai Golkar yang bukan pengurus, memilih bergerak memenangkan Andi Seto Asapa dan Rezki Mulfiati (SEHATI).

Kader Golkar yang bukan bukan pengurus tersebut berhimpun dalam wadah mereka sebut Golkar Lama (GOLLA). Motor penggerak GOLLA ini pernah menjadi pengurus pimpinan kecamatan (Pincam), pimpinan kelurahan (pinlur), ketua Pincam dan Pinlur, pengurus DPD Kota Makassar, dan ketua DPD Golkar Kota Makassar. Mantan Ketua DPD Golkar Makassar Faruk M Beta atau Aru adalah salah satu penggerak tersebut.

Dosen Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto menilai perbedaan kepentingan politik pada Partai Golkar Kota Makassar ini berpotensi melemahkan elektabilitas Munafri atau MULIA. Partai Golkar merupakan pengusul utama paslon MULIA di Pilkada Makassar tahun ini. Selama ini, kata Andi Anto, sapaan dosen Fisip Unhas ini, Pengurus DPD Golkar Makassar telah berkampanye penuh menangkan Paslon MULIA.

“Di sisi lain juga menciptakan citra atau wacana perpecahan yang dapat memicu keraguan masyarakat untuk memilih Appi yang merupakan ketua Golkar Makassar, karena terjadi dualisme pilihan di dalam satu partai,” kata Andi Anto lebih lanjut saat dihubungi melalui telepon Sabtu (2/11).

Efek lain yang ditimbulkan dari peralihan dukungan ini, menurutnya, adalah potensi munculnya kebingungan di kalangan pemilih yang merupakan kader atau simpatisan Partai Golkar. Pengurus sudah tentu bertanggung jawab memenangkan Paslon MULIA.

“Ini bisa berdampak negatif pada elektabilitas Paslon MULIA,” jelas Andi Anto.

Andi Anto menambahkan, dukungan Golkar Lama ini dikhawatirkan memperkuat basis elektoral Seto-Rezki. Partisipasi relawan Golla yang dikenal solid dan loyal bisa menambah kepercayaan diri Paslon SEHATI dalam berjuang melampaui keunggulan Paslon MULIA.

“Kondisi ini bisa meningkat efek confidence pada paslon Andi Seto. Dalam artian, partai utama lawan pun itu berbalik mendukung Seto-Rezki,” bebernya.

Dukungan Golkar ini, kata Ali, akan memperkuat barisan pendukung dan tim kampanye Paslon SEHATI. Apalagi Golkar dikenal memiliki basis yang loyal dan memiliki pemilih 40 tahun ke atas yang selama ini dianggap belum menjadi prioritas gerakan kampanye Paslon SEHATI.

“Orang yang pindah ini bukan membawa dirinya tapi membawa basis, tentu ini akan memberikan dampak positif pada potensi elektoral Seto-Rezki,” pungkas Ali.

Diberitakan sebelumnya, Relawan Golkar Lama (Golla) mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Seto-Rezki pada akhir bulan lalu. Relawan Golla ini dominan para mantan pimpinan kecamatan Golkar Makassar. Antara lain Fauzan Wahab (Tamalate), Anas Saini (Biringkanaya), Andi Besse Ferial (Manggala), Misbahuddin (Tamalanrea), Andi Ina Parenrengi (Ujung Pandang), Sarifuddin Karlo (Makassar), dan Nena Hasmar (Tallo). Mereka aktif dalam pemenangan dan menggalang dukungan untuk Paslon SEHATI.