SULSELONLINE.COM — Dalam debat publik dan pemaparan visi-misi yang berlangsung di Ballroom Mahoni, Claro Hotel Makassar pada Minggu (3/11/2024), calon Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur, mengangkat isu penyelesaian nasib guru honorer sebagai salah satu prioritas utama mereka.

Chaidir berkomitmen untuk segera memperbaiki kesejahteraan para tenaga honorer melalui peningkatan insentif jika terpilih kembali.

“Kami akan segera tuntaskan, termasuk di antaranya penambahan insentif bagi guru-guru honorer,” ujarnya.

Chaidir, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Maros, menegaskan bahwa kesejahteraan guru honorer adalah salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, di samping kurikulum dan kompetensi pendidik.

“Kesejahteraan guru kita adalah keharusan, tentu dengan mempertimbangkan kualifikasi mereka,” tambahnya.

Fokus pasangan yang dikenal dengan sebutan CS Ta ini selaras dengan kebutuhan pembangunan strategis di bidang pendidikan.

Selain itu, Chaidir juga memaparkan visinya menjadikan kawasan Rammang-rammang sebagai pusat ekowisata utama Maros.

Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Rammang-rammang harus dikelola secara ramah lingkungan,” katanya singkat.

Dengan luas wilayah mencapai 437 ribu hektare, Rammang-rammang termasuk dalam kawasan Geopark Maros-Pangkep yang perlu dilestarikan.

Chaidir menegaskan bahwa kesadaran lingkungan akan menjadi prioritas dalam pengelolaan wisata.

Selain Rammang-rammang, ia berencana memperbaiki 53 desa wisata lainnya di Maros, dengan perhatian utama pada pengelolaan Rammang-rammang sebagai ikon UNESCO Geopark.

Pada kesempatan tersebut, Chaidir juga mengingatkan tentang berbagai pencapaian Maros selama masa kepemimpinannya, seperti penghargaan UNESCO Geopark, Kalpataru, dan predikat kabupaten percontohan dalam program perhutanan sosial.

Menurutnya, program ini memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya hutan secara bijaksana dan ramah lingkungan.

“Harapan kami adalah masyarakat Maros bisa mengelola alam dengan baik dan bijaksana,” tutupnya.