SULSELONLINE.COM — Pengurus daerah Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar silaturahmi bersama tokoh adat dan kebudayaan di Rumah Jabatan Bupati Maros, Sabtu 7 Desember 2024.

Pertemuan ini dihadiri Ketua Umum FSKN, YM Brigjen Pol (P) Dr A.A Mapparessa MM MSi (Karaeng Turikale VIII Maros) dan YM Drs A Abdul Waris Tajuddin SSi MPd Karaeng Sioja (Karaeng Marusu XXIV Maros), serta sejumlah karaeng dan pemangku adat pengurus FSKN Sulsel.

Dalam pertemuan ini juga dibahas tentang penggantian Ketua FSKN Sulsel yang dijabat oleh YM Dr Ir Ali Mallombasi MT Karaeng Nyengka (Karaeng Sanrobone), yang mangkat pada Selasa 22 Oktober 2024 lalu.

Sehingga pertemuan ini ditetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua FSKN Sulsel periode 2022-2027, yakni dijabat oleh YM Karaeng Marusu XXIV Maros, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Umum FSKN Sulsel.

Ketua Umum FSKN, YM Karaeng Turikale VIII Maros menyampaikan peran strategis FSKN sebagai mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan dan peradaban bangsa serta pesan moral kepada para pengurus dan kerabat keraton nusantara untuk tetap menjaga nilai-nilai luhur warisan budaya dari para leluhur keraton nusantara.

Ia menyampaikan saat ini telah dibuka sekolah adat dan budaya, sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan pengetahuan lokal seperti aksara lontara yang saat ini sudah jarang diketahui khususnya bagi anak-anak muda saat ini.

Selain itu, rumah-rumah adat juga akan didata ulang dan dilaporkan ke pemerintah pusat sehingga ada bantuan untuk budaya lokal seperti ini, agar rumah adat dapat dilestarikan dan dijadikan sarana wisata.

Ia berharap dengan ditetapkannya Plt Ketua FSKN Sulsel, program-program pelestarian adat istiadat dan kebudayaan di Sulawesi Selatan dapat terus dijalankan. Apalagi YM Karaeng Marusu merupakan tokoh adat yang selama ini konsisten melaksanakan kegiatan-kegiatan pelestarian budaya.

“Harapan kita bahwa FSKN di Sulsel menjadi mitra strategis pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten-kota, seluruh Forkopimda dalam memajukan dan melestarikan serta mewariskan nilai luhur kebudayaan. Bahkan FSKN Sulsel diharapkan menjadi mercusuar kegiatan pelestarian budaya secara nasional,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan pihaknya idak mau kebudayaan tergerus oleh zaman, kita teruskan ke generasi penerus agar para generasi muda mengetahui bahwa di masa lalu mereka punya leluhur yang memelihara adat istiadat dan mereka adalah orang-orang yang berbudi luhur.

Dalam kesempatan ini YM Karaeng Turikale VIII Maros menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Maros Dr H.A.S Chaidir Syam SIP MH Petta Tungje atas perhatiannya dan dukungannya terhadap kegiatan FSKN ini.

“Perhatian dan dukungan pak Bupati Maros bukan sekadar memfasilitasi tempat pertemuan silaturahmi ini, namun selama ini menjadi mitra kerja FSKN dalam kegiatan-kegiatan pelestarian budaya.