SULSELONLINE.COM, MAROS – Bendung Leko Pancing di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan memasuki status waspada, Selasa (10/12/2024).
Petugas Operasi Bendung Leko Pancing, M Syamsir mengatakan ketinggian air saat ini mencapai 80 cm di atas mercu (bagian dari bendung yang berfungsi untuk mengatur tinggi air).
Ia menyebutkan normalnya debit air 0-50 cm di atas mercu.
Status waspada ditetapkan apabila ketinggian air berada di 50-100 cm di atas mercu.
Sementara, status siaga jika air berada 100-200 cm di atas mercu dan jika lebih dari 200 cm maka status menjadi awas.
“Saat ini ketinggian air itu 80 cm di atas mercu, status waspada,” teranngya.
Ia menyebutkan debit air yang melewati mercu mencapai 164.938 L/detik.
Sementara debit air yang masuk ke pintu pengambilan atau intake mencapai 2.623 L/detik.
“Debit air di intake Inilah yang ke saluran yang dimanfaatkan air baku dan irigasi,” ujarnya.
Syamsir menyebutkan tingginya debit air di bendung akibat hujan yang terus-menerus di wilayah Tompobulu ini.
“Tadi subuh sempat naik air, sekarang sudah mulai turun,” imbuhnya.
Waspada! Hujan Lebat Disertai Petir 10-12 Desember
Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan berpotensi dilanda cuaca buruk hingga 12 Desember 2024.
Hujan intensitas sedang hingga lebat disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi dalam rentang waktu tersebut.
Hal ini disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri saat dihubungi Tribun-Timur.com via telepon, Selasa (10/12/2024).
“Cuaca buruk bisa mengakibatkan banjir dan tanah longsor,” sebutnya.
Ia mengatakan potensi cuaca buruk masih termasuk wajar.
Apalagi saat ini Maros memang sudah memasuki musim hujan.
“Masih normal, karena musim hujan di Maros itu belangsung hingga Februari 2025,” tambahnya.
Syamsul mengatakan awal musim hujan di Kabupaten Maros terjadi di dasarian atau 10 hari pertama dan kedua Oktober 2024.
“Secara umum, musim hujan di Maros maju satu dasarian,” ujarnya.
Sifat musim hujan ini tidak terlalu basah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini musim hujan kita tidak terlalu basah dan tidak juga terlalu kering, sedang-sedang,” ujarnya.
Kendati demikian, musim hujan tahun ini berlangsung lebih lama jika dibandingkan tahun sebelumnya.
“Umumnya akan lebih panjang dan puncaknya itu di Januari,” tutupnya.
Diketahui, BPBD Maros mulai bersiaga menghadapi puncak musim hujan, Januari 2025.
Kepala BPBD Maros, Towadeng menyebut telah membentuk tim khusus untuk penanganan bencana.
Selain membentuk tim khusus penanganan bencana, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan balai Pompengan.
“Kita sudah melakukan apel siaga bersama dan gabungan. Dan pernyataan dari Balai akan memberikan bantuan kepada Pemerintah Maros bila terjadi bencana banjir dan bencana alam yang disebabkan oleh cuaca buruk,” ungkapnya.
Selain tim khusus, BPBD juga telah membentuk posko penanganan bencana.
“Kita siapkan posko siaga bencana di kantor BPBD Maros. Posko ini terbuka 24 jam, jika ada hal-hal yang dibutuhkan untuk penanganan bencana,” jelasnya mengutip tribun-timur.com.
Di posko ini, selain tim penanganan bencana yang dibentuk, seluruh keperluan penanganan dan informasi bencana akan tersedia di posko induk ini.(*)

Tinggalkan Balasan