SULSELONLINE.COM – Bulan Ramadhan 1446 H semakin dekat. Bagi umat Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tahun lalu, kapan batas akhir untuk menggantinya?

Jawabannya adalah hingga bulan Ramadhan berikutnya tiba, yaitu sampai hari terakhir bulan Sya’ban. Jika seseorang mengqadha puasanya di bulan Sya’ban, terutama pada hari Senin, ia mendapatkan tiga keutamaan sekaligus: membayar utang puasa, mendapatkan pahala puasa sunnah Sya’ban, dan pahala puasa Senin. Cukup satu niat saja, yaitu untuk qadha puasa Ramadhan.

Jika utang puasa belum dibayar hingga Ramadhan tahun berikutnya tiba, maka tetap wajib diqadha setelah Ramadhan selesai. Namun, orang tersebut juga diwajibkan membayar fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin selama satu hari (tiga kali makan).

Bulan Sya’ban juga merupakan waktu yang baik untuk mempersiapkan diri menghadapi Ramadhan dengan memperbanyak puasa sunnah. Bagi yang masih memiliki utang puasa, bulan ini menjadi kesempatan terakhir untuk melunasinya sebelum Ramadhan tiba.

Penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS) tentang Qadha Puasa

Menurut Ustadz Abdul Somad (UAS), batas waktu qadha puasa adalah sampai Ramadhan berikutnya tiba, yakni hingga hari terakhir bulan Sya’ban. UAS juga menjelaskan bahwa mengqadha puasa di bulan Sya’ban, terutama pada hari Senin, memberikan tiga keuntungan sekaligus: lunasnya utang puasa, pahala puasa sunnah Sya’ban, dan pahala puasa hari Senin.

Jika seseorang belum juga membayar utang puasanya hingga Ramadhan berikutnya tiba, ia tetap wajib mengqadhanya setelah Ramadhan selesai. Namun, ia juga harus membayar fidyah dengan memberikan makan orang miskin selama satu hari penuh (tiga kali makan).

Bagi Anda yang masih memiliki utang puasa Ramadhan 1445 H, sebaiknya segera menggantinya sebelum Ramadhan 1446 H tiba untuk menghindari kewajiban membayar fidyah.