SULSELONLINE.COM – Ajakan menarik tabungan dari bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau Bank BUMN mencuat di media sosial mengiringi pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).

Danantara disiapkan untuk mengelola aset sekitar US$ 900 miliar atau sekitar Rp 14.700 triliun. Pemberitaan mengenai Danantara ini menimbulkan banyak respons dari masyarakat, salah satunya khawatir Danantara akan berakhir seperti kasus 1 MDB yang heboh di Malaysia

Menanggapi seruan di media sosial itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembentukan Danantara sangat strategis. Dia menyebut, Danantara akan membuat perusahaan atau BUMN yang tergabung lebih efisien dan transparan.

“Danantara menurut saya suatu keputusan yang sangat strategis, karena mereka bisa bisa join venture sehingga bisa membuat perusahaan-perusahaan itu bisa lebih efisien, lebih transparan. Kita bisa lihat dengan jelas dan bagus,” kata Luhut ditemui usai pidato dalam Indonesia Economic Summit 2025, di Shangri La, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Kasus 1MDB di Malaysia adalah salah satu skandal keuangan terbesar di dunia yang melibatkan 1Malaysia Development Berhad (1MDB), sebuah perusahaan investasi milik negara Malaysia. Skandal ini mencakup dugaan korupsi, pencucian uang, dan penyalahgunaan dana negara hingga $4,5 miliar (sekitar Rp70 triliun) yang melibatkan mantan Perdana Menteri Najib Razak dan pihak lainnya.

  1. Apa Itu 1MDB?

1MDB didirikan pada tahun 2009 oleh pemerintah Malaysia dengan tujuan mendorong pembangunan ekonomi dan investasi strategis. Namun, alih-alih meningkatkan perekonomian, dana 1MDB justru diduga diselewengkan ke berbagai rekening pribadi pejabat tinggi dan digunakan untuk keperluan pribadi.

  1. Modus & Aliran Dana Korupsi
  • Penyalahgunaan Obligasi: 1MDB menerbitkan obligasi senilai miliaran dolar dengan bantuan bank investasi Goldman Sachs, tetapi sebagian besar dana tersebut diduga disalurkan ke rekening pribadi orang-orang tertentu.
  • Transfer ke Rekening Pribadi Najib Razak: Sebagian dana 1MDB diduga mengalir ke rekening pribadi.
  • Pembelian Barang Mewah: Dana 1MDB digunakan untuk membeli properti mahal, lukisan seni, perhiasan, kapal pesiar, bahkan mendanai film Hollywood seperti The Wolf of Wall Street.
  • Peran JL: Pengusaha Malaysia JL, yang dekat dengan Najib Razak, diduga menjadi dalang utama dalam pencucian uang 1MDB melalui jaringan bank luar negeri dan perusahaan cangkang di Swiss, Amerika Serikat, dan Kepulauan Karibia.
  1. Dampak Skandal 1MDB
  • Krisis Politik Malaysia:
    • Skandal ini menyebabkan kekalahan Najib Razak dalam Pemilu 2018 dan berujung pada pemerintahan baru di bawah Mahathir Mohamad.
  • Kasus Hukum & Hukuman Najib Razak:
    • Najib Razak dihukum 12 tahun penjara dan denda RM210 juta (sekitar Rp700 miliar) atas dakwaan korupsi terkait 1MDB.
  • Goldman Sachs Dikenakan Denda:
    • Bank investasi Goldman Sachs yang membantu penerbitan obligasi 1MDB akhirnya dikenakan denda $2,9 miliar atas keterlibatannya dalam skandal ini.
  • Penyitaan Aset:
    • FBI dan otoritas berbagai negara menyita aset terkait 1MDB senilai lebih dari $1 miliar, termasuk kapal pesiar, properti mewah, dan koleksi seni.

Kasus 1MDB adalah contoh nyata korupsi tingkat tinggi yang melibatkan pejabat negara, bank besar, dan jaringan keuangan global.

Skandal ini menjadi pelajaran bagi banyak negara tentang pentingnya transparansi, pengawasan ketat terhadap dana publik, serta bahaya pencucian uang melalui sistem keuangan global.(*)