SULSELONLINE,COM, SUNGGUMINASA – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang bersama Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang juga Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Unggulan KKSS di Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Minggu (20/4/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Gowa menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari segi akses maupun mutu. Kehadiran Sekolah Unggulan KKSS ini diyakini akan memperkuat ekosistem pendidikan dan membuka peluang baru bagi anak-anak untuk belajar dalam lingkungan yang berkualitas tinggi dan kompetitif.
“Kita semua sepakat pendidikan adalah kunci utama kemajuan suatu bangsa. Tidak ada peradaban besar yang lahir tanpa fondasi pendidikan yang kuat. Hari ini, kita telah memulai pembangunan satu bagian dari fondasi itu, yakni dengan mendirikan sebuah sekolah unggulan yang akan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, karakter, dan kepemimpinan,” ujarnya.
Bupati Husniah berharap pembangunan sekolah ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat Gowa, baik dalam bentuk peningkatan akses pendidikan, penciptaan lapangan kerja, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia juga memberikan apresiasi kepada KKSS atas inisiatif strategisnya dalam memilih Gowa sebagai lokasi pertama pembangunan sekolah unggulan.
“Penghargaan dan apresiasi kami kepada KKSS atas inisiatifnya dalam menghadirkan sekolah unggulan KKSS di Sulawesi Selatan. Ini adalah langkah nyata dan kontribusi besar dalam membangun masa depan generasi muda. Terlebih, Gowa dipilih sebagai lokasi pertama pembangunan sekolah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pendirian sekolah ini adalah bagian dari visi besar KKSS dalam mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi di kancah nasional dan global.
“Kita ingin mimpi besar di Sulsel, khususnya KKSS, ini melahirkan putra-putri terbaik. Nanti, mereka yang bersekolah di sini akan fasih berbahasa Arab, Inggris, dan Mandarin. Sederhananya, otaknya Jerman, tapi hatinya Mekah. Inilah yang akan lahir di sini,” ujarnya.
Amran juga menambahkan, pembangunan sekolah unggulan KKSS tidak akan berhenti di Gowa, tetapi akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia, seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, hingga Lampung.
“Kami ingin nama Sulawesi Selatan terus dikenang dalam sejarah bangsa ini. Itulah mimpi besar kita,” tegasnya.
Ketua Panitia, Muh. Ramli Rahim, mengatakan bahwa sekolah ini akan menjadi sekolah unggulan dari berbagai aspek, termasuk dalam hal input peserta didik dari berbagai wilayah tempat warga KKSS tersebar, baik di dalam maupun luar negeri.
Profil KKSS
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) adalah organisasi paguyuban masyarakat Sulawesi Selatan yang berdiri pada tanggal 12 November 1976 di Jakarta. KKSS didirikan sebagai wadah pemersatu masyarakat perantauan asal Sulawesi Selatan yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara, untuk menjaga tali silaturahmi, budaya, dan semangat gotong royong di perantauan.
Organisasi ini memiliki struktur kepengurusan yang tersebar di hampir seluruh provinsi, kabupaten/kota, bahkan hingga ke luar negeri. Sejak awal berdirinya, KKSS telah aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, kebudayaan, hingga ekonomi, guna meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat umum.
Saat ini, Ketua Umum BPP KKSS dijabat oleh Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, seorang tokoh nasional asal Bone, Sulawesi Selatan, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian RI. Di bawah kepemimpinannya, KKSS semakin aktif dalam berbagai program strategis, termasuk pembangunan pendidikan yang inklusif dan berbasis nilai-nilai ke-Sulsel-an yang kuat.
Peletakan batu pertama Sekolah Unggulan KKSS di Gowa ini juga turut dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel, A. Rachmatika Dewi, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, jajaran Forkopimda Gowa, pengurus KKSS dari berbagai wilayah, serta pejabat Kementerian Pertanian.

Tinggalkan Balasan