MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa tidak ada pejabat yang akan dinonjobkan dalam proses job fit yang tengah berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
“Tidak ada nonjob, pasti bergeser. Karena ada delapan jabatan yang kosong,” ujar Munafri di Balai Kota Makassar, Jl Ahmad Yani, Rabu malam (23/4/2025).
Munafri menjelaskan, job fit merupakan proses evaluasi untuk mengukur kesesuaian jabatan dengan kompetensi pejabat. Bila dinilai kurang tepat pada posisinya saat ini, pejabat tersebut akan dipindahkan ke jabatan lain yang lebih sesuai.
Saat ini, delapan jabatan eselon II yang masih kosong dan siap diisi melalui proses rotasi atau seleksi terbuka, antara lain:
-
Kepala Dinas Pendidikan
-
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
-
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB)
-
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
-
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
-
Kepala Dinas Ketahanan Pangan
-
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
-
Direktur RSUD Makassar
Menurut Munafri, setelah proses job fit, delapan jabatan tersebut juga akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk seleksi terbuka atau lelang jabatan.
“Akan dibuka lelang untuk delapan jabatan itu. Nanti kita lihat hasilnya, mana yang masih kosong,” katanya.
Sebanyak 34 pejabat eselon II mengikuti job fit yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu-Kamis (23-24 April 2025), di Hotel Karebosi Premier, Jl Jenderal M. Jusuf.
Munafri menekankan bahwa proses ini merupakan bagian dari evaluasi kinerja dan penyesuaian posisi strategis di pemerintahan.
“Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap pejabat benar-benar kompeten sesuai dengan tugas dan tanggung jawab jabatannya,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan