MAKASSAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan menyempurnakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Salah satu perubahan signifikan adalah pada jalur domisili, yang kini tidak hanya mempertimbangkan jarak rumah ke sekolah, tetapi juga kemampuan akademik dan usia calon siswa.
Hal tersebut disampaikan Kepala Disdik Sulsel, Iqbal Najamuddin, dalam rapat kerja bersama Komisi E DPRD Sulsel pada Selasa (6/5/2025).
“Kami masukkan komponen nilai akademik dan usia sebagai pertimbangan agar seleksi lebih adil dan berkualitas,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, perubahan ini merupakan bagian dari upaya mengatasi berbagai persoalan dalam penerimaan siswa baru, termasuk keterbatasan daya tampung sekolah negeri dan ketimpangan akses pendidikan.
Jalur Prestasi dan Penghapal Al-Qur’an
Untuk sekolah unggulan, seleksi tetap dilakukan melalui jalur prestasi yang mempertimbangkan nilai rapor dan hasil Tes Potensi Akademik (TPA). Hasil TPA nantinya akan diumumkan secara terbuka.
“Kami pastikan semuanya dilakukan secara transparan dan profesional,” tegas Iqbal.
Disdik Sulsel juga memberikan kebijakan khusus bagi siswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz. Mereka bebas memilih sekolah tujuan, namun tetap harus mengikuti proses seleksi sesuai jalur yang tersedia.
Iqbal berharap sistem yang diperbarui ini mampu menjangkau lebih banyak siswa secara adil dan mencetak lulusan yang unggul dan kompetitif.
Dibuka 26 Mei, Tersedia 126 Ribu Kursi
SPMB 2025 untuk jenjang SMA/SMK akan dibuka mulai 26 Mei 2025, dengan total kuota 126.948 kursi, terdiri dari:
-
SMA: 80.040 kursi
-
SMK: 46.908 kursi
Terdapat beberapa jalur penerimaan dalam SPMB 2025/2026, yakni:
-
Jalur domisili (pengganti zonasi): 35%
-
Jalur afirmasi: 30%
-
Jalur prestasi: 30%
-
Jalur mutasi: 5%
Meskipun jalur domisili mirip dengan jalur zonasi sebelumnya, kini terdapat perbedaan penting: apabila jumlah pendaftar melebihi kuota, kelulusan tidak lagi ditentukan oleh jarak semata, melainkan oleh kemampuan akademik dan usia.
Saat ini, Disdik Sulsel telah membuka pra-pendaftaran SPMB, yang akan berakhir pada 9 Mei 2025.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, meminta Disdik Sulsel memperhatikan sekolah swasta secara adil dalam kebijakan dan alokasi anggaran.
“Jangan ada kesan diskriminatif. Sekolah swasta juga bagian dari upaya mencerdaskan bangsa,” ujarnya.
Komisi E mengusulkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk membantu operasional sekolah swasta agar dapat memberikan layanan pendidikan gratis, setara sekolah negeri.
Menurut Andi Tenri, subsidi ini tidak hanya bentuk keadilan, tetapi juga solusi untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Tinggalkan Balasan