SULSELONLINE.COM – Pekan ke-33 BRI Liga 1 2024/2025 akan menjadi penentu nasib Barito Putera. Tim asal Kalimantan Selatan itu akan menjamu PSM Makassar di Stadion Demang Lehman, Martapura, Sabtu (17/5/2025). Laga ini bisa menjadi mimpi buruk bagi Barito, yang terancam degradasi ke Liga 2.
PSM Makassar berpeluang “mengirim” Barito Putera ke Liga 2 jika mampu meraih kemenangan. Tambahan tiga poin akan membuat PSM mengoleksi 50 poin dan tetap menjaga asa finis di posisi yang lebih baik. Saat ini, PSM berada di peringkat kedelapan dengan 47 poin.
Sebaliknya, kekalahan akan membuat Barito Putera tetap tertahan di 31 poin dan semakin terpuruk di zona degradasi (peringkat ke-16). Dengan hanya satu laga tersisa, poin maksimal yang bisa mereka capai adalah 34 – angka yang tak cukup untuk menyusul dua pesaing di atasnya, yakni:
-
Semen Padang, jika menang, akan mengoleksi 35 poin
-
Madura United, jika menang, akan mencapai 36 poin
Artinya, jika kedua tim itu menang dan Barito kalah dari PSM, Barito Putera dipastikan terdegradasi, tanpa bisa mengejar ketertinggalan di laga terakhir.
Rule of The Game :
Barito Wajib Menang, Nasib Juga Ditentukan Tim Lain
Untuk bisa bertahan di Liga 1, Barito Putera wajib menang di dua laga tersisa, termasuk:
-
Menumbangkan PSM Makassar di pekan 33
-
Mengalahkan PSIS Semarang di pekan 34
Dengan dua kemenangan, Barito bisa meraih total 37 poin. Namun, itu pun belum cukup aman—mereka harus berharap Semen Padang dan Madura United tergelincir di dua laga tersisa.
Wasit Asing
Menanggapi pentingnya laga ini, PSM Makassar mengajukan permintaan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) agar pertandingan dipimpin oleh wasit asing. Usulan ini serupa dengan penggunaan wasit asing pada laga pekan sebelumnya antara Persebaya dan Semen Padang.
“PSM Makassar resmi mengajukan permintaan penggunaan wasit asing pada pertandingan pekan ke-33 melawan Barito Putera,” ujar Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim, Selasa (13/5/2025).
Menurut Sulaiman, penggunaan wasit asing ditujukan untuk menjaga profesionalisme dan asas keadilan dalam kompetisi, terutama di laga-laga penentuan yang berpotensi krusial bagi klub seperti Barito Putera.
“Ini penting demi menjaga fairness dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap integritas pertandingan,” tambahnya.(*)

Tinggalkan Balasan