Milan – Inter Milan kembali gagal memetik kemenangan krusial di pekan ke-37 Serie A. Bermain imbang 2-2 kontra Lazio, peluang mereka untuk meraih Scudetto kian menipis. Mantan pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, menyebut Inter telah menyia-nyiakan kesempatan menjadi juara Liga Italia musim ini.
Laga di Giuseppe Meazza pada Senin (19/5/2025) dini hari WIB semula berjalan sesuai rencana bagi Nerazzurri. Yann Bisseck membuka skor di pengujung babak pertama, namun Pedro Rodriguez menyamakan kedudukan tak lama setelah jeda. Denzel Dumfries kembali membawa Inter unggul, sebelum handball Bisseck menghadiahkan penalti untuk Lazio yang dieksekusi Pedro menjadi gol penyeimbang di menit akhir.
Inter mencoba menekan di masa injury time, tetapi gagal mencetak gol kemenangan. Hasil ini semakin menyakitkan karena Napoli, sang pemuncak klasemen, juga hanya bermain imbang 0-0 saat bertandang ke markas Parma. Seandainya menang, Inter akan memuncaki klasemen.
Kini, Napoli masih memimpin dengan 79 poin, unggul satu angka atas Inter di posisi kedua dengan 78 poin. Dengan hanya satu laga tersisa, Napoli akan mengunci gelar juara jika mampu mengalahkan Cagliari pada pekan terakhir. Sementara itu, Inter harus menang atas Como dan berharap Napoli terpeleset.
Fabio Capello tak segan melontarkan kritik keras terhadap Inter. Menurutnya, tim asuhan Simone Inzaghi bermain ceroboh dan terlihat sudah memikirkan laga final Liga Champions kontra Paris Saint-Germain pada 1 Juni mendatang.
“Saya tidak pernah menyangka tim seberpengalaman Inter akan membuang titel juara seperti ini, dengan satu laga tersisa. Saya percaya Napoli akan menjadi juara,” tulis Capello dalam kolomnya di La Gazzetta dello Sport.
“Nerazzurri kembali lengah ketika unggul atas Lazio. Setelah gol Bisseck di akhir babak pertama, mereka berhenti bermain. Di babak kedua mereka seperti bermain untuk menghabiskan waktu. Ini bukan soal fisik, tetapi psikologis – mentalitas.”
Capello juga menyebut para pemain Inter tampak bermain setengah hati karena kekhawatiran akan cedera menjelang final Liga Champions. Ia menilai hal itu sebagai faktor penghambat performa tim.
“Mungkin ada rasa takut cedera otot yang membuat mereka menahan diri. Sayang sekali, karena Napoli saat ini bukanlah Napoli yang sama dari beberapa bulan lalu.”
Di sisi lain, Capello memuji pelatih Napoli, Antonio Conte, yang berhasil membawa timnya mendekati Scudetto meskipun minim ekspektasi di awal musim.
“Karena itulah layak bagi Conte mendapat penghargaan. Ia telah membawa Napoli ke pencapaian yang sedikit orang duga sebelumnya.”
Kini, Inter Milan berada di persimpangan musim. Jika gagal meraih Scudetto, mereka harus menebusnya di final Liga Champions demi menutup musim dengan kepala tegak.(*)

Tinggalkan Balasan