MAKASSAR – “Sasaran mereka jelas, menciptakan Israel Raya dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat. Setelah itu, mereka tidak akan berhenti,” tegas Muhammad Reza Ebrahimi, Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Diskusi Publik Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan bertajuk “Iran vs Israel: Akankah Perang Dunia Ketiga?” yang digelar Senin (23/6/2025). Dalam forum itu, Reza menggambarkan secara lugas tujuan utama rezim Zionis Israel yang menurutnya bukan sekadar dominasi regional, melainkan ambisi membentuk kekuasaan imperialis dari Afrika Utara hingga Asia Barat.

“Diam sama saja membiarkan rezim Zionis mendatangi negara-negara Islam satu per satu. Jika ini dibiarkan, mereka akan menyasar Pakistan, Turki, dan negara-negara lainnya,” ujarnya mengingatkan.

Iran Tetap Stabil di Tengah Gempuran

Reza, yang baru tiba dari Iran sehari sebelumnya, menyaksikan langsung situasi negaranya usai serangan Israel dan pengeboman fasilitas nuklir oleh Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa kondisi Iran tetap stabil: perekonomian berjalan, anak-anak bermain, toko buka, dan pemerintah bekerja seperti biasa.

“Semua orang Iran menjalani kehidupan seperti biasa. Kami tidak takut. Kami tidak panik,” ucapnya.

Serangan Balasan dan Keterlibatan Amerika

Ia menilai Israel panik dan melakukan tindakan tanpa perhitungan setelah merasa kalah secara moral dan strategis di Gaza dan Lebanon. Ketika Iran melancarkan serangan balasan dua hari kemudian, Israel disebut tak berdaya hingga akhirnya Amerika Serikat turun tangan.

“Amerika menyerang fasilitas nuklir kami hanya untuk memberi Israel napas sejenak. Tujuannya agar mereka bisa menata ulang kekuatan untuk melawan Iran,” katanya.

Ebrahimi mengecam keterlibatan AS dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Ia juga mempertanyakan kenapa Israel tidak menjadi anggota Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), padahal memiliki dua ribu kepala nuklir.

“Mereka tak bisa menjawab itu. Hanya bisa memveto, tanpa penjelasan rasional,” ucapnya.(*)