MAKASSAR — Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Makassar, Ismail, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penataan parkir yang dilakukan Perumda Parkir Makassar Raya di bawah kepemimpinan Plt Direktur Utama, Adi Rasyid Ali.
Menurut Ismail, penataan parkir sudah mendesak dilakukan, mengingat banyaknya keluhan masyarakat terkait parkir liar dan kesemrawutan di lapangan. “Kami menunggu gebrakan nyata. Sejauh ini sudah terlihat ada pergerakan,” ujarnya, Minggu (6/7/2025).
Ia mengapresiasi upaya penertiban yang mulai rutin dilakukan, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat mengenai praktik premanisme oleh juru parkir. Penindakan tegas dianggap penting untuk memberikan efek jera.
Ismail juga mendukung penerapan sistem pembayaran non-tunai (QRIS) sebagai upaya transparansi keuangan dan peningkatan pendapatan daerah. Ia menilai sektor parkir memiliki potensi pendapatan besar, bahkan bisa mencapai triliunan rupiah jika dikelola maksimal. Namun, hingga kini target pendapatan belum pernah tercapai.
Menyoal wacana sistem pembayaran parkir tahunan yang dikaitkan dengan perpanjangan STNK, Ismail menyebutnya sebagai langkah strategis dan mendukung penuh jika mampu meningkatkan pendapatan.
Plt Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, mengatakan rencana parkir tahunan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Gubernur, Kapolda, Pangdam, dan Wali Kota Makassar. Ia menegaskan perlunya regulasi baru untuk memperkuat dasar hukum dan efektivitas kebijakan.
“Semua pihak harus duduk bersama menyusun regulasi agar sistem parkir ini berjalan baik,” katanya.
Dukungan terhadap penataan parkir juga datang dari sejumlah mal di Makassar dengan menyediakan area khusus untuk ojek online (ojol), guna mengurangi kemacetan.
Nipah Park telah menyediakan zona parkir ojol di akses pintu utama Plaza. Area ini memudahkan pengemudi mengambil pesanan tanpa perlu masuk ke gedung parkir.
Sementara Mal Ratu Indah (MaRI) menyediakan zona ojol di sisi Jalan Sam Ratulangi, dekat pos Polantas. Petugas keamanan disiagakan untuk memastikan ketertiban.
TSM Makassar belum memiliki area khusus ojol, namun pihak manajemen menyambut baik wacana kerja sama untuk menciptakan kawasan komersial yang lebih tertib dan nyaman.(*)

Tinggalkan Balasan