MAKASSAR — Dinas Pendidikan Kota Makassar memaparkan perkembangan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025 dalam rapat monitoring dan evaluasi bersama Komisi D DPRD Makassar, Senin (7/7/2025).
Kepala Bidang SMP, Dr. Syarifuddin, yang hadir bersama Kabid SD, Kurniati S.STP, mengungkapkan masih adanya ketimpangan jumlah pendaftar antar sekolah. Beberapa sekolah mengalami kelebihan kuota, sementara yang lain kekurangan.
“Siswa yang tidak tertampung akan diarahkan ke sekolah yang masih memiliki daya tampung,” jelas Dr. Syarifuddin.
Ia juga menjelaskan bahwa tahap kedua pendaftaran SPMB akan dibuka mulai Selasa (8/7/2025), meliputi jalur akademik (15%), prestasi (10%), afirmasi (DTKS), dan mutasi bagi siswa yang orang tuanya berpindah domisili. Jalur-jalur non-zonasi ini akan mencakup 50% dari total kuota untuk jenjang SMP.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menegaskan bahwa evaluasi ini masih bersifat awal. DPRD ingin memastikan proses SPMB berjalan adil, transparan, dan akuntabel.
“Kami menerima laporan dari orang tua siswa yang merasa anaknya tidak lolos jalur zonasi, padahal rumah mereka sangat dekat dengan sekolah. Ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” kata Ari.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Makassar untuk menyiapkan solusi bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, seperti pemberian subsidi ke sekolah swasta atau penambahan rombongan belajar (rombel), jika mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan.(*)

Tinggalkan Balasan