MAKASSAR — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, angkat bicara terkait melonjaknya harga beras yang tengah menjadi sorotan masyarakat.
Ia menyebut, Sulsel sebenarnya pernah mengalami surplus beras hingga 5 juta ton. Namun saat ini terjadi anomali pasar yang memicu harga beras naik signifikan. “Sekarang mungkin overstock juga, tapi terjadi anomali pasar. Mungkin ada yang menimbun sehingga harga melonjak,” kata Jufri Rahman, Selasa (19/8/2025).
Jufri berharap Perum Bulog segera melepas stok beras dari gudang agar bisa menekan harga di pasaran. “Bulog kita harapkan turun tangan, lepaskan berasnya di gudang supaya masyarakat bisa membeli beras dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Dari pemantauan di lapangan, saat ini sejumlah daerah di Sulsel telah melakukan panen seperti di Gowa, Maros, dan daerah penghasil beras lainnya. Kenaikan harga beras ini menimbulkan kecurigaan adanya permainan dari mafia beras. (*)

Tinggalkan Balasan