KABUT tipis kerap turun di pagi hari, menyelimuti deretan bukit kapur yang menjulang bagai benteng alam. Di sanalah Rammang-Rammang, destinasi unggulan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang kian memikat hati wisatawan.

Berjarak sekitar 40 kilometer dari Makassar, perjalanan menuju Rammang-Rammang hanya memakan waktu satu jam melalui jalur Trans-Sulawesi. Namun sesampainya di lokasi, pengunjung seolah melangkah ke dunia lain—alam yang masih liar, asri, dan memesona.

Wisata biasanya diawali dengan menyusuri Sungai Pute menggunakan perahu dari dua dermaga pilihan. Aliran sungai yang tenang, pepohonan bakau di tepiannya, serta tebing karst menjulang di kanan-kiri menghadirkan suasana magis, seakan membawa pengunjung ke zaman purba.

Salah satu tujuan favorit adalah Kampung Berua, desa tradisional di tengah bentang karst. Pemandangan sawah hijau berpadu dengan tebing kapur kokoh, menghadirkan harmoni kehidupan sederhana yang memikat. Selain itu, wisatawan dapat menjelajahi Gua Berlian, Gua Bulu’ Barakka, hingga Telaga Bidadari—masing-masing menyimpan keindahan stalaktit, stalagmit, dan kisah legenda setempat.

Keelokan kawasan karst Maros-Pangkep yang menaungi Rammang-Rammang bahkan diakui dunia sebagai salah satu bentang karst terluas dan terindah. Tak heran, tempat ini menjadi laboratorium alam bagi peneliti, sekaligus surga bagi fotografer dan wisatawan mancanegara.

Meski berkelas dunia, biayanya tetap ramah. Sewa perahu untuk berkeliling Sungai Pute dibanderol mulai Rp250 ribu untuk 5–7 orang. Dalam 5–10 menit perjalanan, wisatawan sudah tiba di perkampungan tradisional yang menyambut dengan hangat. Jalan pematang empang yang dilapisi kayu dan beton membuat langkah terasa nyaman, tanpa harus menjejak tanah becek.

Usai berkeliling, pengunjung bisa membeli camilan khas, seperti keripik pisang atau kue berbahan sagu. Untuk melepas dahaga, tersedia ballo—minuman tradisional dari getah pohon lontar—dengan rasa manis yang segar, hanya Rp5.000 per botol.

Rammang-Rammang bukan sekadar wisata. Namun juga pundi-pundi penghasilan bagi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Salenrang. Mereka mendapatkan penghaslian dari tiket masuk, parkir, dan dari penjualan cinderamata.

Rammang-Rammang adalah lukisan alam yang hidup: kabut, batu, air, dan manusia berpadu menjadi harmoni. Sebuah surga yang begitu dekat dari Makassar, namun menyimpan pesona yang mendunia.

Kapan Anda ke Rammang-Rammang.(lim)