SULSELONLINE.COM – Pasar saham Asia-Pasifik diperkirakan akan bergerak beragam pada perdagangan Senin (8/9/2025). Investor masih mencermati pengunduran diri Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba serta sejumlah data ekonomi penting di kawasan.
Indeks acuan Nikkei 225 diproyeksikan dibuka lebih tinggi setelah Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu, menyusul tekanan politik pasca kekalahan dalam pemilu nasional tahun lalu. Kontrak berjangka di Chicago menunjukkan pembukaan pada level 43.415, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 43.018,75.
Analis BMI, unit Fitch Solutions, menilai Jepang kini memasuki periode ketidakpastian politik yang bisa berlangsung hingga kuartal IV-2025. “Meskipun pemimpin Partai Liberal Demokrat biasanya otomatis menjadi perdana menteri, secara teoritis oposisi dapat bersatu di bawah kandidat lain,” dikutip dari CNBC.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.344, lebih rendah dari penutupan terakhir di 25.417,98. Indeks acuan Australia S\&P/ASX 200 diperkirakan naik dengan harga berjangka di 8.848, sedikit lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 8.871,2. Data perdagangan China untuk Agustus juga menjadi perhatian pasar.
Dari Amerika Serikat, harga saham berjangka relatif stabil menjelang pekan yang sarat rilis data, termasuk indeks harga produsen (PPI) pada Rabu dan indeks harga konsumen (CPI) pada Kamis. Pada Jumat lalu, ketiga indeks utama Wall Street ditutup melemah setelah laporan ketenagakerjaan di bawah perkiraan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, meski ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed meningkat.
Indeks S\&P 500 turun 0,32 persen ke 6.481,50, Nasdaq Composite melemah tipis 0,03 persen ke 21.700,39, dan Dow Jones Industrial Average merosot 220,43 poin atau 0,48 persen ke 45.400,86. Sebelumnya, ketiga indeks sempat menyentuh rekor intraday baru di awal sesi, dengan Nasdaq naik 0,8 persen, S\&P 500 sebesar 0,5 persen, dan Dow Jones 0,3 persen.(*)

Tinggalkan Balasan