SULSELONLINE.COM – YouTube mengumumkan telah membayar kreator, artis, dan perusahaan media hingga 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.643 triliun dalam empat tahun terakhir. Angka tersebut disampaikan dalam acara Made on YouTube, Selasa (16/9/2025). Bayaran itu berasal dari skema bagi hasil iklan.

Jika menggunakan skema 45:55, di mana kreator memperoleh 55 persen dan YouTube 45 persen dari pendapatan iklan, maka total pendapatan iklan YouTube selama periode tersebut diperkirakan sekitar Rp 4.108 triliun. Artinya, dari Rp 1.643 triliun yang diberikan ke kreator, YouTube sendiri mendapat bagian lebih dari Rp 2.460 triliun.

Chief Product Officer YouTube, Johanna Voolich, menyebut pencapaian ini sejalan dengan visi awal YouTube untuk memberi kesempatan setiap orang tampil di panggung global. CEO YouTube, Neal Mohan, menambahkan bahwa platform ini kini telah berkembang menjadi sebuah “ekonomi” yang menghidupi banyak profesi baru.

YouTube juga melaporkan peningkatan jumlah kanal yang meraih lebih dari 100.000 dolar AS (sekitar Rp 1,6 miliar) lewat penayangan di televisi, dengan kenaikan hingga 45 persen dalam setahun terakhir. Hal ini menandakan konten YouTube semakin merambah layar besar, bersaing dengan televisi konvensional.

Profesi kreator kini makin diminati generasi muda. Laporan Mashable mencatat lapangan kerja di sektor ini tumbuh 7,5 kali lipat sejak beberapa tahun terakhir. Kreator dianggap memiliki peluang besar karena monetisasi jelas, jangkauan luas, serta potensi kerja sama dengan brand.

Meski demikian, YouTube tetap menghadapi kritik. Sejak 2024, aturan iklan baru seperti pause screen ads dan penggunaan AI untuk deteksi otomatis dianggap mengganggu pengalaman pengguna. Di saat yang sama, harga langganan Premium naik, meski YouTube menawarkan opsi lebih murah melalui paket Premium Lite.(*)