JAKARTA – Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diperkirakan akan kembali digelar pada tahun 2026 mendatang. Alokasi anggarannya pun telah disiapkan melalui APBN.

Perubahan struktur kementerian, pemekaran instansi, serta banyaknya aparatur sipil negara yang akan memasuki masa pensiun dalam dua tahun ke depan menjadi alasan utama dibukanya penerimaan CPNS. Ketua Perkumpulan Lintas Profesi Indonesia (PLPI), Nur Ajis, menyebut pola historis menunjukkan seleksi CPNS hampir selalu digelar setiap dua tahun sekali.

“Pengalaman sebelumnya menjadi indikasi kuat bahwa 2026 memang sangat mungkin ada rekrutmen,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Dari sisi kebijakan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan bahwa rencana ini bukan sekadar wacana. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan difokuskan pada pertumbuhan ekonomi, bukan lagi pemangkasan anggaran.
“Anggaran untuk kementerian baru sudah diakomodasi, dan sedang dihitung potensi penambahan ke daerah. Semua keputusan ini tentu akan dibahas bersama DPR,” jelasnya.

Walaupun jadwal resmi penerimaan CPNS 2026 belum diumumkan, sinyal pemerintah membuka rekrutmen ASN secara besar-besaran semakin jelas. Kebutuhan sumber daya manusia di berbagai kementerian dan lembaga dianggap sangat mendesak.

Harapan baru pun muncul bagi para pencari kerja di seluruh Indonesia dengan disiapkannya anggaran seleksi CPNS di APBN 2026. Menkeu Purbaya juga menyoroti kondisi lapangan kerja beberapa tahun terakhir yang sulit diakses oleh lulusan baru.
“Dalam 1–2 tahun terakhir orang sulit mendapatkan pekerjaan karena ada kesalahan kebijakan moneter dan fiskal. CPNS bisa menjadi salah satu jalan keluar,” tegasnya.(*)